Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Pemudik Melalui Kualanamu Menurun 20 Persen

Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Pemudik Melalui Kualanamu Menurun 20 Persen

Sipayo.com – Jumlah pemudik menggunakan moda transportasi udara diperkirakan akan menurun di tahun ini dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut terlihat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang di Kualanamu diperkirakan bisa mencapai 26.310 orang. Namun jika melihat kondisinya, saat ini mengalami penurunan 20 persen dibanding tahun lalu.

“Penumpang pada H-3 diprediksi sebesar 26.310 penumpang dan H-4 sebesar 25.956 penumpang, jika dibanding tahun 2018, jumlah penumpang mengalami penurunan 19,69 persen pada H-3 dan 20, 61 persen pada H-4, dimana pada H-3 berjumlah 32.760 penumpang, dan H-4 berjumlah 32.693. penumpang,” ujar Officer In Change di Bandara Kualanmu, Supri Handoyo, Selasa (28/5).

Berkurangnya penumpang juga berpengaruh pada pergerakan pesawat. Tercatat, pergerakan pesawat mengalami penurunan 23,74 persen. “Pada tahun 2018 berjumlah 245 pergerakan dan pada tahun 2019 diperkirakan hanya 198 pergerakan pesawat,” ungkap Supri Handoyo.

Menurut Supri, yang memberikan penggaruh besar pada penurunan jumlah penumpang. Dari penelusuran di laman daring, harga tiket Medan-Jakarta masih berada pada kisaran Rp1,8 – Rp2 juta. “Para penumpang lebih memilih alternatif lain seperti jalur darat ataupun menggunakan kapal laut,” ujar Supri.

Meski jumlah penumpang menurun, extra flight tetap disiapkan untuk menghadapi arus mudik. Sejauh ini Bandara Kualanamu baru menerima pengajuan jadwal penerbangan dari Jet Star Asia, Malaysia Airlines dan Silk Air dengan total 34 penambahan penerbangan.

” Semuanya untuk penerbangan Internasional, Malaysia dan Singapura, dan akan diterbangkan mulai tanggal 25 Mei s/d 16 Juni 2019,” ujar Supri Handoyo.

Begitu juga dengan Citilink yang mengajukan 14 penambahan penerbangan domestik yang mulai diterbangkan pada tanggal 29 Mei – 9 Juni 2019.