Alamak! Harry Kane Dianggap Sebagai Panyebab Kekalahan Tottenham Hostpurs, Ini Alasannya

Alamak! Harry Kane Dianggap Sebagai Panyebab Kekalahan Tottenham Hostpurs, Ini Alasannya

Foto: Harry Kane

Sipayo.com – Tottenham Hotspur dihajar Liverpool 0-2 pada laga puncak Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (1/6/2019). Mauricio Pochettino sebagai Pelatih Tottenham Hotspur, dianggap melakukan kesalahan besar dengan memainkan Harry Kane saat bertemu Liverpool di final Liga Champions.

Diketahui, Gol-gol kemenangan Liverpool dilesakkan Mohamed Salah (2′) dan Divock Origi (87′).

Tottenham kalah kendati menguasai kepemilikan bola dengan angka 65 persen. Ketumpulan barisan depan Spurs diyakini terjadi akibat kekeliruan pemilihan pemain oleh Mauricio Pochettino, menurut media-media Inggris.

Keputusan paling dipertanyakan ialah Pochettino memasang Harry Kane sebagai starter dan mencadangkan Lucas Moura, sang pahlawan di semifinal.

Kane mendapatkan jaminan starter untuk tampil kali pertama sejak mengalami cedera ligamen pada duel leg pertama perempat final kontra Man City (9/4/2019).

Artinya, sudah dua bulan bomber timnas Inggris itu absen, tetapi langsung mendapat garansi tampil sejak menit awal dengan kondisi fisik yang tampak kedodoran.

Padahal, Spurs justru mampu melaju hingga final ketika dia absen, termasuk saat gol kemenangan Son Heung-min lahir setelah Kane ditarik keluar pada duel versus Man City tadi.

Lebih lanjut, Pochettino dikritik karena memilih untuk menyimpan Lucas Moura pada awal laga final kontra Liverpool.

Lucas ialah pahlawan pengukir hat-trick yang meloloskan Spurs ke final lewat comeback dramatis hingga menang 3-2 di markas Ajax Amsterdam (8/5/2019).

Kritik terasa tepat melihat performa melempem Kane sepanjang laga.
Tampil penuh, sang bomber cuma melepaskan satu tembakan, 26 sentuhan (terendah di antara semua starter Spurs), dan tak sekali pun menciptakan peluang di kotak penalti.

Lucas sendiri baru masuk pada menit ke-65 menggantikan Harry Winks.

Playmaker asal Brasil itu mampu membuat peluang lebih banyak dari Kane, yakni dua tembakan.

Namun, keputusan Pochettino dianggap sudah terlambat.

“Tak pernah ada dalam sejarah sepak bola, seorang pemain yang mencetak hat-trick dramatis di semifinal yang meloloskan timnya malah dicadangkan di partai final,” kata Jason Burt, kolumnis Telegraph.