Donald Trump Kembali Bertarung di Pilpres 2020

Donald Trump Kembali Bertarung di Pilpres 2020

Foto: Presiden Amerika, Donald Trump

Sipayo.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan keikutsertaannya dalam pemilihan umum presiden pada 2020 mendatang.

Dalam pidato di Orlando, Florida, Selasa (18/6/2019), Trump kembali membawa tema kampanye dari empat tahun lalu, yaitu mengecam imigrasi ilegal, media, dan lawannya pada pemilihan presiden 2016 dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

“Bersama-sama kita melihat kondisi politik yang rusak dan kami memulihkan pemerintahan oleh dan untuk rakyat,” kata Trump.

“Selama Anda mempertahankan tim ini, kita memiliki jalan ke depan yang luar biasa. Masa depan kita tidak pernah secerah atau setajam ini,” lanjutnya, dilansir dari Reuters.

Trump mengatakan para penantangnya dari Partai Demokrat akan secara radikal mengubah Amerika Serikat dan berusaha melegalkan para imigran yang melintasi perbatasan di sebelah selatan sehingga mereka dapat memilih dan memperkuat basis politik Demokrat.

Demokrat “ingin menghancurkan negara kita” dan bahwa “hal itu tidak akan terjadi,” tegas Trump.

“Kami percaya negara kita harus menjadi tempat perlindungan bagi warga negara yang taat hukum, bukan untuk orang asing yang kriminal,” katanya.

Trump menyebut lawan-lawannya sebagai “gerombolan sayap kiri radikal” yang akan membawa sosialisme ke Amerika Serikat.

“Pemungutan suara untuk Demokrat pada 2020 adalah pemungutan suara untuk kebangkitan sosialisme radikal dan penghancuran impian Amerika,” katanya.

Ia membawa istrinya, Melania, dan sejumlah staf senior Gedung Putih dalam kampanye itu.

“Malam ini saya berdiri di depan Anda untuk secara resmi mengumumkan kampanye saya untuk mengejar masa jabatan kedua sebagai presiden Amerika Serikat. Saya berjanji pada Anda tidak akan pernah mengecewakan Anda semua,” kata Trump.

Selama pidato yang berlangsung satu jam 20 menit, Trump mengecam media sebagai “berita palsu,” menggembar-gemborkan ekonomi yang kuat, mengatakan ia mendesak China dalam sektor perdagangan, dan mempromosikan proposal untuk “space force”.

Ia juga bersumpah untuk melindungi hak-hak orang Amerika untuk memiliki senjata api dan mengatakan dia ingin meluncurkan misi luar angkasa ke Mars.