Polres Labuhanbatu Amankan 5 Tersangka Ngaku Dukun

Polres Labuhanbatu Amankan 5 Tersangka Ngaku Dukun

Foto: Polres Labuhanbatu saat Memberikan Paparan Terkain Mengaku Dukun

Sipayo.com – Polres Labuhanbatu menangkap lima orang terduga tersangka pencemaran nama baik terhadap salah satu warga atas nama Nelson Rajagukguk karena dituduh memelihara begu ganjang (setan panjang). Penangkapan ini dilakukan berdasarkan Laporan Polisi: LP/64/VII/2019/SU/RES-LBH SEK BILAH HILIR, tanggal 27 Juli 2019, atas nama Pelapor Nelson Rajagukguk.

Informasi dihimpun, Lima orang tersangka pencemaran nama baik ini, mengaku sebagai dukun untuk mengusir begu ganjang (setan panjang) dan diundang salah satu warga Selat Besar Bilah Hilir Labuhanbatu dari Kabupaten Simalungun.

Adapun lima orang tersangka yang diamankan Polres Labuhanbatu, antara lain, Rodelse HR Br Situmorang (42) alias Rodel Hotmaria warga Lingkungan Titi Merah Kelurahan Bandar Tengah Kecamatan Bandar Khalifa Kabupaten Serdang Berdagai, Jayan Arpen Purba (27) alias Arpen warga Dusun I Desa Tanjung Purba Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian,Daniel Cristoper Pasaribu (22) alias Daniel warga Dusun Karang Anom Desa Babolon Tengah Kecamatan Panai Kabupaten Simalungun, Boi Sarino Siagian (31) warga Dusun III Desa Sari Matondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun dan Doni Jeheskiel Pasaribu (18) warga Dusun Karang Anom Desa Babolon Tonga Kecamatan Panai Kabupaten Simalungun. 

Berdasarkan kronologis kejadian yang disampaikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, SH. SIK, kelima tersangka yang mengaku sebagai Dukun diundang warga Dusun Kampung Pelita Desa Selat Besar Kecamatan Bila Hilir untuk melakukan pengusiran atau pembersihan Roh jahat yang disebut warga ada yang memelihara yang namanya Begu Ganjang (setan panjang).

“Setelah ritual pengusiran atau pembersihan roh jahat dilaksanakan atau Begu Ganjang, seorang tersangka Jayan Arpen Purba mengarah kerumah Korban Nelson Rajagukguk dan mengatakan diatas teras rumah korban ada benda yang diduga mistik, dengan penjelasan tersebut anak korban Ojahan Rajagukguk, memanjat keatas rumahnya dan tidak ada menemukan benda Mistik tersebut dan yang ditemukan hanyalah paku payung bekas bangunan,” terang Kapolres (2/8/2019).

Lanjut Kapolres menerangkan, menindak lanjuti dari laporan Masyarak tersebut diatas, Polres laksanakan penegakan hukum, dengan adanya berita keonaran yang ada di Desa Selat Besar. 

“Sebelumnya kita telah menyampaikan bahwa hal ini adalah berkaitan dengan pidana, jadi peristiwa pidana yang terjadi di Desa Selat Besar tentu harus kita sikapi dengan penegakan hukum. Sehingga ini tidak akan berlanjut dan sebagai bahan pembelajaran, karena Negara kita ini Negara hukum yang tunduk dan taat pada aturan hukum. Tidak boleh karena asumsi atau opini-opini yang bisa memperkeruh situasi tempat.

“Pada kesempatan ini kita berharap, ketika ada hal-hal, isu-isu tidak baik suatu tempat, mungkin bisa dimusyawarakan dengan baik. Ketika itu ada persoalan proses hukum mungkin bisa dilaporkan ke aparat penegak Hukum baik Kapolsek maupun Kapolres, supaya tidak terbentuk opini di Masyarakat,” jelas AKBP Frido Situmorang. (Abi Pasaribu)