Heboh! Ditemukan Kerangka Tengkorak di Bilah Hilir, Diduga Korban Pembunuhan

Heboh! Ditemukan Kerangka Tengkorak di Bilah Hilir, Diduga Korban Pembunuhan

Foto: Foto Tulang Belulang Tengkorak Manusia yang Diletakkan Dekat Sumur/ (Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Warga dihebohkan dengan temuan kerangka manusia dan tulang tengkorak kepala di dalam sumur Averina br Lingga warga Dusun Pelita, Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Tulang belulang dan rangka tengkorak kepala manusia itu ditemukan dengan tidak sengaja oleh Averina selaku pemilik rumah.

Krinologis kejadian itu, kata Averina sekira pukul 14.00 WIB dimana saat itu dirinya dibantu dua orang rekannya Dodi Hanter Aritonang (21) dan Samanjaya Sinurat melakukan kegiatan menyirami tanaman cabai miliknya di samping rumah tersebut yang terletak di belakang rumah.

“Kami menyiram cabai pakai mesin air yang kami sedot airnya dari sumur itu. Karena selama ini kemarau air itu habis. Lalu saya ambil kayu panjang  untuk mengukur kedalaman sumur itu,” ujar Averina.

Ketika kayu panjang itu dimasukkan ke dalam sumur, lanjut Averina terdengar suara menghentak seperti ada benda di dalamnya.

Saat dilihat ke dalamnya, nampak seperti batangan besi di dalam sumur itu. Lalu Averina meminta dua rekannya itu masuk ke dalam sumur tersebut, tetapi keduanya menolak karena tidak berani.

Selanjutnya, Averina dibantu Dodi hanter Aritonang dan Samanjaya Sinurat mengambil besi pengkait dan menarik benda tersebut dari dalam sumur itu. Sesampainya di atas ternyata benda tersebut kaki mesin jahit.

“Sesudah mesin jahit itu terangkat ke atas, kami lihat ada bungkusan. Lalu kami kait barang itu yang ternyata karung plastik. Tetapi sesampai di atas kami buka karung itu ternyata kerangka tulang dan tengkorak kepala manusia,” imbuh Averina.

Karena takut menjadi fitnah dan berimbas negatif, Averina mengadukan hal itu kepada tokoh masyarakat dusun itu dan selanjutnya mengubungi pihak kepolisian Polsek Bilah Hilir.

Averina menuturkan, rumah itu adalah pembelian dari Mertuanya R.Sinurat warga Desa Tanjung Haloban dan belum pernah ia tempati.

“Rumah ini masih kami rehab Pak. Belum kami tempati. Tetapi di halaman samping rumah saya tanami cabai,” ungkap Averina yang mengaku tidak tahu siapa nama mula pemilik rumah tersebut.

Informasi yang dihimpun Sipayo.com di lapangan, Ruston Tambunan warga setempat kepada Sipayo.com mengatakan pemilik rumah yang pertama bernama Solide br Napitupuluh.

“Tetapi sudah lama ia (Solide br Napitupuluh)  pindah ke batu ampat panambean Pematang Siantar. Rumah itu dibayar oleh R Sinurat paling ada baru dua tahun Pak,” terang Ruston Tambunan.

Ditanya apa ada hubungan dirinya dengan pemilik rumah, Ruston mengaku dirinya berbesan dengan Solide br Napitupuluh.

Dengan ditemukannya mesin jahit dari dalam sumur dan dibawahnya ditemukan karung plastik yang berisi kerangka manusia, Ruston menduga keras barang bukti kerangka itu korban pembunuhan.

Ditanya apa alasannya ia menduga seperti itu, Ruston mengatakan anak kandung Solide br Napitupuluh yang bernama Manjen Simanjuntak telah lama hilang entah kemana rimbanya.

“Anaknya ini selalu bertengkar dengan mamaknya. Sudah tiga kali ia menikah dan selalu disuruh cerai oleh mamaknya (Solide br Napitupuluh),” Papar Ruston.

Pada pernikahan yang ketiga kalinya, lanjut Ruston, si Manje ini disuruh menceraikan kembali istrinya. Tetapi ia menolaknya. Terjadi pertengkaran dan dipukullah mamaknya itu. Lalu si Manje dilaporkan ke polisi dan masuk penjara,” beber Ruston.

Setelah beberapa waktu lebih kurang 1 tahunan, si Manje bebas dari penjara. Lalu ia pulang kemari tetapi setelah itu ia tak pernah diketahui lagi keberadaannya selama 7 atau 8  tahun ini.

“Kami saja berusaha mencari keberadaannya dimana si Manje berada, tetapi mamaknya tak pernah sibuk mencari,” Pungkas Ruston.

Ruston berharap, polisi segera menyelidiki kasus ini dan dapat membongkar misteri kerangka manusia itu.

Jika terbukti itu korban pembunuhan, Ruston berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnad Indarto SE. MH Napitupuluh dikonfirmasi Sipayo.com mengatakan sudah mengirim anggotanya ke lapangan untuk melakukan lidik.

Pantauan di lapangan hingga malam ini, ratusan warga dari Kecamatan Bilah Hilir dan Kecamatan Panai Hulu berdatangan ke lokasi untuk melihat kejadian tersebut.
( Joko W.Erlambang)