Kepsek SMA Negeri 1 Bilah Hilir: Kami Kecolongan Pak, Siswa yang Demo tidak Ada Izin dari Sekolah

Kepsek SMA Negeri 1 Bilah Hilir: Kami Kecolongan Pak, Siswa yang Demo tidak Ada Izin dari Sekolah

Foto: Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bilah Hilir, Naikkan Damanik M.Pd bersama Bendahara PAWAPATI Abdi Tuah di ruang tugasnya memberikan keterangan soal siswanya yang terlibat demo di gedung DPRD Labuhanbatu, Sabtu (29/9)/(Joko W. Erlambang).

Sipayo.com – Adanya aksi demo yang melibatkan dari kalangan pelajar SMA Negeri 1 Bilah Hilir pada Jumat ( 28/8) di depan kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu sama sekali tidak ada instruksi atau anjuran dari sekolahan.

Pada hari sebelumnya, seluruh Kepala Sekolah SLTA sederajat mengadakan rapat bersama di kantor Kacabdis pendidikan di Rantauprapat  agar jangan sampai ada siswa yang turun demo ke gedung DPRD Labuhanbatu.

“Jujur kita kecolongan Pak. Demo itu tidak ada izin dari sekolah. Padahal himbauan jangan ikutan demo sudah kita berikan Jumat pagi kita beri brifing kepada siswa. Ternyata pagi itu mereka tidak masuk ke sekolah. Ternyata mereka (para siswa) berangkat naik bus sewa ke rantauprapat. Malu, kecewa semua menjadi satu di dalam hati saya ini Pak,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bilah Hilir Naikan Damanik M.Pd kepada Sipayo.com, Sabtu (29/9) di ruang kerjanya.

Naikan Damanik menyebutkan,  para siswa yang berangkat ikut demo sebanyak 18 orang. Sedangkan siswa yang ketangkap dewan guru dibelakang kantin sekolah yang tidak masuk kelas hari itu sebanyak 10 orang.

Ada dugaan siswa yang sepuluh orang itu mau turut berangkat ke Rantauprapat, tetapi, lanjut Naikkan, namun mereka setengah hati mau ikut demo tersebut.

Menurut Naikkan,siswa yang ikut demo itu ketika dimintai keterangan apa alasannya ikut demo, hanya karena membaca ajakan demo di medsos.

“Mereka terpengaruh Pak. Mereka itu korban. Melakukan sesuatu yang gak mereka pahami dan belum saatnya mereka melakukan hal itu,”sebut Naikkan.

Diterangkannya lagi, ketika mendapat kabar dari Rantauprapat ada siswanya yang ikut demo, ia bersama beberapa  wali murid langsung berangkat ke rantauprapat menjemput anak- anak mereka dan dibawa pulang ke Bilah Hilir dan dikumpulkan terlebih dahulu ke sekolahan.

Uniknya lagi, tambah Naikkan, ada siswa yang ditelepon ibunya menanyakan keberadaannya, siswa tersebut menjawab agar tidak ditelepon dulu karena masih dalam kegiatan jam belajar. Padahal anak tersebut sedang ikut demo di rantauprapat.

“Mak, jangan nelpon dulu, ini masih jam belajar di sekolah. Padahal ia ikutan demo di Rantauprapat Pak. Bohong kelas tinggi itu Pak,” imbuh Naikkan menirukan ucapan siswanya.

Sesampai di sekolah, para siswa diberi arahan oleh Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnad Indarto SE MH, agar tidak melakukan hal itu lagi.

Ditanya, adakah para siswa itu menerima uang dari seseorang agar ikut berdemo ? Naikkan mengatakan Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnad Indarto Napitupuluh sudah mengintrogasi para siswa.

“Pak Kapolsek bilang,  kalau ada yang bertanya adakah siswa – siswa itu menerima uang, suruh saja orang itu bertanya langsung kepada saya.Begitulah pesan Pak Kapolsek Pak,” paparnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, Naikkan selaku Kepala sekolah telah menyurati wali murid, bahkan ada wali murid yang langsung dijeput ke rumah agar datang ke sekolah dan membahas masalah itu agar tidak terulang kembali.

Terpisah, hal senada juga dikatakan Kepala Sekolah Swasta SMA HAS SEPAKAT Bilah Hilir Yanti Yudawati S.Pd kepada Sipayo.com di ruang kerjanya.

“Saya juga sudah memanggil orang tua murid untuk datang ke sekolah.Saya pertanyakan apakah mereka mengijinkan anak- anaknya ikut demo di rantauprapat. Dari 10 orang wali murid hanya satu orang wali murid yang setuju anaknya ikut demo Pak. Geram kali saya mendengarnya,” pungkas Yanti Yudawati

Ironisnya, siswa SMA HAS SEPAKAT sebanyak sepuluh orang yang ikut demo ,ketika ditanya Sipayo.com apa yang mereka masalahkan dalam demo itu, siswa tersebut menjawab soal RUUKUHP.

Mirisnya lagi, saat ditanya apa kepanjangan dari RUU KUHP, satu pun siswa tersebut tidak ada yang bisa menjawab. Ditanya kembali, apa itu KUHP dan sudah pernah lihat buku KUHP semua siswa itu hanya bisa terdiam dan tertunduk tanpa bisa memberikan jawaban.

Lalu apa misi ikut demo ke DPRD Labuhanbatu, para siswa itu berkilah  hanya mau tahu dan terpengaruh ajakan yang dishare di media sosial.

“Kami cuma mau tahu Pak. Kami menyesal Pak. Kami minta maaf sama para guru dan Ibu Kepala Sekolah, gara- gara kami sekolah kami jadi dapat malu Pak,” ungkap siswa – siswa itu dengan tulus.

Para siswa itu pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi, juga berjanji tidak akan ikut demo lagi pada walau siapapun yang mempengaruhi.

Menurut Yanti dan Naikkan Damanik,  selain siswa dari SMA Negeri 1 Bilah Hilir, siswa SMA Swasta HAS SEPAKAT, ada juga siswa dari sekolahan lain baik dari sekolahan MAS juga ada siswa SLTP dari Kecamatan Bilah Hilir yang ikut demo.

Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnad Indarto SE. MH, dihubungi Sipayo.com via selular guna diminta keterangan hasil introgasinya kepada para siswa berulang kali ditelpon belum bersedia mengangkat panggilan. (Joko W. Erlambang).