Disergap Bawa Narkoba, Hendrik Nyaris Benturkan Reskrim Polsek Bilah Hilir dengan Massa

Disergap Bawa Narkoba, Hendrik Nyaris Benturkan Reskrim Polsek Bilah Hilir dengan Massa

Foto: Hendrik Aryansyah

Sipayo.com – Penangkapan terhadap Hendrik Aryansyah (36) warga MT. Haryono, Lingkungan III Kelurahan Perwira Gang Syahman Tanjung Balai Selatan  oleh unit reskrim Polsek Bilah Hilir di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu cukup menegangkan, Jum’at, (4/10) sekira pukul 01 WIB dinihari.

Pasalnya, saat disergap dan dilakukan penggeledahan tepatnya di depan Ramp milik Kepala Desa Tanjung Haloban Andi, warga asli pelaku mencoba membenturkan polisi dengan massa.

“Kita nyaris berbenturan dengan massa. Dia gak menyangka telah dipantau. Saat itu sepeda motornya mogok di depan Ramp. Lalu oleh tim yang dipimpin Kanit Res Ipda Sahat Lumbangaol dan Aipda Krida langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan. Didapat barang itu di tanah dekat kaki si tersangka yang sebelumnya barang itu dia jepit diantara jari manis dan kelingking,” kata Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat Indarto SE, MH kepada Sipayo.com via selular.

Dijelaskannya lagi, ketegangan terjadi saat pelaku akan dinaikkan ke dalam mobil.Pelaku berteriak menjerit meminta tolong hingga puluhan warga berkeluaran dari rumah dan berdatangan mendatangi polisi.

Masih kata krisnat, pelaku awalnya bersikukuh tidak ada membawa narkoba dan mengatakan ia dijebak dan direkayasa polisi. Hingga sempat terjadi argumentasi di lapangan antara polisi dengan adik – adik pelaku.

“Keluarga dan adik – adik korban serta warga setempat sempat berang terhadap polisi mendengar ucapan si pelaku. Namun akhirnya adik – adik pelaku dan warga minta maaf kepada polisi setelah akhirnya pelaku mengakui barang haram itu miliknya dan ia beli dari si Itam warga Desa Sei Kaseh,” terang Krisnat Indarto.

Kepala Desa Tanjung Haloban dikonfirmasi Sipayo.com via selular membenarkan adanya penangkapan pelaku narkoba di desanya.

“Benar Mas. Hendrik itu aslinya warga Tanjung Haloban. Tetapi sudah pindah ke Tanjung Balai. Kalau keluarganya ya masih banyak di sini,” terang Andi. (Joko W. Erlambang).