Inilah Sosok Putra Karo yang Desain Kawasan Relokasi Siosar Tahap III

Inilah Sosok Putra Karo yang Desain Kawasan Relokasi Siosar Tahap III

Sipayo.com – Sebanyak 892 unit rumah hunian tetap (Huntap) Relokasi Tahap III untuk korban terdampak erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo mulai dibangun. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Jumat (18/10/2019) lalu.

Pembangunan sebanyak 182 unit rumah tersebut ditargetkan akan rampung pada Desember 2019 mendatang. Sementara sejumlah infrastruktur yang mendukung rencananya selesai dibangun pada tahun 2020.

Huntap yang dibangun ini rencananya akan ditempati oleh warga korban terdampak erupsi Gunung Sinabung yang direlokasi dari 3 desa dan 1 dusun, yakni Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Mardingding dan Dusun Lau Kawar.

Adapun pembangunan Huntap Relokasi Tahap III di Siosar merupakan kelanjutan dari relokasi tahap pertama dan tahap kedua yang telah dilakukan. Pembangunan relokasi tahap pertama juga berlokasi di Siosar yang berjumlah 370 unit bangunan dan dihuni oleh pengungsi dari Desa Bakerah.

Sementara itu, Pembangunan Relokasi Tahap II yang disebut juga dengan relokasi mandiri telah dibangun 1.650 unit rumah kepada para korban erupsi Gunung Sinabung yang tersebar di sejumlah tempat terpisah. Pembangun relokasi tahap kedua ini telah selesai pada Maret 2018 lalu.

Meski relokasi tahap pertama dan yang ketiga ini pembangunannya sama-sama dilakukan di Siosar. Namun dari sisi pembangunan rumah-rumah yang dibangun terlihat konsep yang berbeda. Bila pembangunan relokasi tahap pertama tidak terlalu menunjukkan ciri khas Karo dari sisi arsitektur rumah yang dibangun, justru untuk relokasi tahap ketiga ciri khas Karo tersebut justru mengemuka.

Hal tersebut dapat dilihat dari sisi desain atap bangunan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Boy Brahmawanta Sembiring selaku arsitek yang menangani desain pembangunan rumah-rumah untuk Relokasi Tahap III. Boy mengaku, dirinya memang sengaja memberikan sentuhan dengan ciri khas Karo di setiap rumah yang akan dibangun nantinya.

“Budaya Karo perlu dilestarikan untuk diwariskan kepada generasi penerus selanjutnya. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan budaya Karo adalah melalui desain rumah-rumah untuk relokasi pengungsi tahap ke III di Siosar ini. Konsep transformasi arsitektur Karo kita hadirkan dengan menyusun kaveling rumah yang di kelompokkan seperti penataan ruang Rumah Siwaluh Jabu,” ucap Boy.

Apalagi menurut Boy, keberadaan Siosar saat ini juga telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Karo. Dengan desain khas Karo di rumah-rumah relokasi yang akan dibangun, maka hal itu juga akan sekaligus sebagai daya tarik tersendiri kepada para wisatawan yang akan mengunjungi Siosar nantinya.

Terlepas dari beberapa alasan yang dikemukakan oleh Boy Brahmawanta Sembiring terkait sentuhan desain yang diberikannya terhadap rumah-rumah untuk relokasi tahap III yang berciri khas Karo, disisi lain hal tersebut memang sudah patut dilakukannya sebagai salah satu arsitek putra asal Karo.

Disisi lain, Boy yang juga dikenal sebagai Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sumut untuk periode masa jabatan 2019-2022 ini juga dikenal bukan hanya seorang putra asal Karo belaka. Namun dirinya juga memang pecinta budaya Karo itu sendiri, khususnya dari segi desain arsitektur. Tak jarang dalam beberapa bangunan yang pernah dia arsiteki, Boy kerap menampilkan ciri khas Karo dalam konsep desain yang dirancangnya.

Keterangan foto cover: Boy Brahmawanta Sembiring sebagai arsitek memberikan keterangan kepada Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terkait konsep desain rumah-rumah yang akan dibangun di Siosar untuk relokasi korban erupsi Gunung Sinabung tahap III, Jumat (18/10/2019).