Ratusan Rumah Terendam Banjir di Bilah Hilir

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Bilah Hilir

Foto: Rumah Warga di Dusun Pekan Bilah, Desa Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Terendam Banjir/(Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Debit curah hujan yang tinggi dalam bulan ini menyebabkan seratusan  rumah di Desa Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu terendam banjir.

Pantauan wartawan Sipayo.com di lapangan, Senin (28/10), banjir melanda pemukiman penduduk di Dusun Sidomakmur dan  Dusun Pekan Bilah, dengan ketinggian air berkisar 1 meter.  Sekolah Madrasah Tsanawiyah yang ada di dusun itu juga terendam banjir. Akibatnya kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan.

Kepala Desa Bilah, Junaidi Lubis, bersama Sipayo.com saat di lapangan mengatakan, banjir sudah berlangsung tiga hari melanda pemukiman warganya di 2 dusun itu.

“Sudah 3 hari pemukiman warga kita ini kebanjiran. Namun belum ada yang mengungsi, mereka masih tetap bertahan,” kata Junaidi Lubis

Menurut Junaidi, selain akibat curah hujan, penyebab banjir juga disebabkan PT Daya Labuhan Indah yang membuang air dari areal HGU-nya lewat kanal yang airnya melimpah ke Dusun Sidomakmur.

Dampak dari limpahan air dari perusahaan perkebunan raksasa milik Wilmar Group itu, dan ditambah curah hujan, lanjut Junaidi, 117 (seratus tujuh belas) rumah warga penduduk di dusun itu kini terendam banjir.

Sedangkan di Dusun Pekan Bilah, sambungnya, rumah warga yang bermukim dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) yang terendam banjir berjumlah 44 rumah.

“Totalnya saat ini 161 rumah warga yang sudah terendam banjir. Mengantisipasi banjir makin membesar, kami sudah melakukan siaga 1. Karena dengan situasi iklim saat ini kemungkinan banjir akan semakin besar,” ujar Junaidi.

Junaidi berharap Pemkab Labuhanbatu bertindak cepat dan sigap guna memberikan bantuan sembako dan obat-obatan.

Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S. Pd dihubungi Sipayo.com via selular beberapa kali guna dikonfirmasi dan diminta tanggapannya tentang banjir yang melanda Desa Bilah tidak mengangkat panggilan. (Joko W. Erlambang).