Terkuak! Kerangka Tulang Dalam Sumur Warga di Bilah Hilir Ternyata Makjen Simanjuntak

Terkuak! Kerangka Tulang Dalam Sumur Warga di Bilah Hilir Ternyata Makjen Simanjuntak

Foto: Sumur di Rumah Averina boru Lingga Tempat Ditemukannya Kerangka Tulang Manusia di Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Foto (Joko W. Erlambang).

Sipayo.com – Misteri penemuan tulang kerangka manusia yang ditemukan di dalam sumur milik Averina Lingga di Dusun Pelita, Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu beberapa bulan yang sempat membuat heboh akhirnya terbongkar.

Hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polsek Bilah Hilir akhirnya bisa dipastikan tulang kerangka manusia itu tulang kerangka Makjen Simanjuntak.

Hal itu dikatakan Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat Indarto SE, MH kepada Sipayo.com di Negeri Lama, Selasa (21/10).

Menurut Krisnat, dipastikannya kerangka tulang dan tengkorak manusia itu adalah Makjen Simanjuntak yang selama ini menghilang tidak diketahui keberadaannya. Memastikan tulang kerangka itu adalah tulang kerangka Makjen Simanjuntak (54) berdasarkan keterangan dari ibu kandungnya Solide boru Napitupulu (84) ketika diintrogasi di Polsek Bilah Hilir beberapa hari lalu.

“Memastikan itu adalah tulang kerangka Makjen menurut keterangan ibunya dari cincin yang didapati di tulang jari,” kata Krisnat.

Ditanya, apakah dari pemeriksaan polisi ada indikasi keterlibatan ibu kandungnya dalam kasus pembunuhan tersebut, Krisnat mengatakan belum bisa menetapkan solide sebagai tersangka karena ada dua orang lagi yang belum ditemukan guna diminta ketarangannya.

“Ada dua orang lain yang tinggal di rumah itu selain solide dan korban. Yaitu anak kandung korban dan keponakan korban. Namun hingga kini belum diketahui dimana keberadaannya. Sehingga kita belum bisa menetapkan solide jadi tersangka,” ujar Krisnat menjelaskan.

Ditanya apakah sudah melakukan pencarian terhadap kedua orang dimaksud, Krisnat mengaku sudah menemui orang tua keponakan korban yang berdomisili di Desa Sei Jawi-Jawi Kecamatan Panai Hulu. Namun, orang tuanya mengaku tidak tahu dimana saat ini keberadaan anaknya.

Disoal kembali, apakah bisa dipastikan tidak ada mutilasi? Krisnat memastikan tidak ada mutilasi. Namun demikian, tambahnya, dapat dipastikannya korban sebelumnya mengalami tindak kekerasan berupa pukulan dari benda keras yang menghantam tulang tengkorak bagian belakang sebagaimana hasil autopsi.

“Korban dipukul terbelih dahulu di kepala baguam belakang. Lalu korban dimasukkan ke dalam karung plastik dan dimasukkan ke dalam sumur lalu ditimpa dengan mesin jahit,” ungkap Krisnat.

Sedangkan peristiwa pembunuhan itu, akunya, diperkirakan terjadi pada tahun 2011 atau tahun 2012 dimana masa itu usia ibu kandung korban masih berumur 74 tahun dan korban berusia 54 tahun.

Disinggung apakah mungkin pembunuhan itu dilakukan secara tunggal, Krisnat mengaku kemungkinan pelaku tunggal bisa saja terjadi,tetapi belum bisa dipastikan itu karena saksi lainnya belum ditemukan.

“Kasus ini telah kita limpahkan ke Polres.  Sesuai prosedur dan aturannya, apabila kasus rumit harus dilimpahkan ke Polres, karena itu kasus ini telah kita limpahkan ke polres,” terang Krisnat mengakhiri. (Joko W.Erlambang).