Arya Sinulingga: Perang Terhadap Judi dan Narkoba Berisiko, Saya Lakukan Karena Cinta Karo

Arya Sinulingga: Perang Terhadap Judi dan Narkoba Berisiko, Saya Lakukan Karena Cinta Karo

Foto: Arya Sinulingga saat berbaur dengan masyarakat di salah satu desa di wilayah Karo

Sipayo.com – Perang terhadap judi dan narkoba di Kabupaten Karo yang digagas oleh tokoh muda nasional Arya Sinulingga melalui media sosial dalam beberapa waktu belakangan telah memunculkan dukungan dan simpati dari masyarakat luas. Sebagai hasilnya, aparat penegak hukum juga semakin intens melakukan razia-razia di sejumlah tempat. Beberapa pengguna dan bandar narkoba pun berhasil ditangkap, permainan judi pun sudah mulai berhenti beroperasi.

Disisi dukungan yang semakin luas dari masyarakat atas aksi gerakan perang terhadap narkoba yang dilakukan Arya Sinulingga, namun ada pula segelintir orang yang menuding bahwa apa yang dilakukan oleh mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut sebagai bagian dari pencitraan, mengingat Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) di Kabupaten Karo kian semakin dekat.

Melalui Facebook pribadinya, Arya Sinulingga pun menjawab bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan cenderung menggelitik, mengingat sejauh ini dirinya belum berniat maju jadi Bupati Karo.

“Ada yang menggelitik setelah proses genderang perang terhadap narkoba dan judi mulai ditabuh. Awalnya ada perlawanan dilakukan oleh ‘pelaku-pelaku’ perjudian, tetapi akhirnya perlawanan justru dilakukan timses cabub, dengan mulai menuduh bahwa saya melakukan ini semua untuk Pilkada,” kata Arya.

“Perlu saya informasikan, walau banyak yang meminta saya maju, tetapi sampai hari ini saya belum ada niat untuk maju jadi Bupati Karo. Terbukti saya belum ada mendaftar ke parpol-parpol ikut Pilkada Karo,” sambungnya.

Arya mengatakan bahwa dirinya justru bingung, kenapa perang terhadap narkoba yang digagasnya ada yang mengkaitkan dengan Pilkada. “Padahal gerakan melawan judi narkoba di Karo merupakan perlawanan terhadap kekuatan besar yang punya kekuasaan di Karo dan sekaligus melawan mafia judi dan narkoba yang sudah berakar bahkan sudah punya jaringan hingga tingkat desa,” paparnya lebih lanjut.

Pria yang dikenal sebagai mantan aktivis itu juga menyebutkan bahwa sejak hari pertama melakukan aksi peperangan terhadap judi dan narkoba, sejak saat itu pula sudah ada yang menghubungi dirinya melalui pesan WhatApp (WA), mengatakan bahwa gerakan tersebut akan menganggu suara nantinya bila maju Pilkada.

“Bahkan hari pertama saya mulai melakukan peperangan, ada WA saya dan mengatakan bahwa saya jangan menganggu judi, kalau menganggu narkoba silahkan. Karena bisa menganggu suara saya kalau maju Pilkada. Jawabku: saya tidak perduli dengan pemilihan-pemilihan,” kata Arya.

Lebih lanjut Arya menyebut bahwa alangkah bodohnya orang-orang yang mengkaitkan gerakan yang digagasnya terkait dengan pilkada, karena risikonya sangat riskan dan berbahaya.

“Pertama berisiko dengan nyawa saya karena yang saya lawan adalah bisnis gelap dengan omset puluhan miliar setiap bulannya. Kedua yang saya lawan punya kekuatan dan kekuasaan besar. Ketiga lawan saya makin banyak, karena jaringan mereka sampai di tingkat desa,” kata Arya.

“Jadi kalau mikir Pilkada, justru saya rugi kalau menyentuh judi dan narkoba. Tidak ada untungnya bagi saya. Kalau dikatakan pencitraan, terlalu mahal kalau saya sentuh judi dan narkoba. Citra saya sudah sangat bagus di Karo, ngapain saya ambil risiko dengan menambah musuh?” Kata Arya balik bertanya.

Namun demikian, Arya menyebut bahwa dirinya telah siap dengan segala risiko tersebut karena kecintaan dirinya kepada Karo. “Saya melakukan ini siap dengan semua risiko karena cinta saya kepada Karo. Dan saya sudah banyak berbuat di Karo. Bawa semua karya Calon Bupati, Anda bandingkan dengan karya saya di Karo. Ngapain saya mau mengambil risiko kalau hanya sekedar jadi Bupati?” Katanya.

Arya juga menantang semua para calon bupati dan timsesnya untuk melakukan aksi sebagaimana dilakukan oleh dirinya. “Begini saja, saya tantang para calon bupati dan timsesnya. Silahkan Anda saja yang ambil peran saya. Anda buka semua judi-judi di Karo secara terbuka dan Anda kritisi Kapolres dan BNN, serta ‘aparat’ secara terbuka di sosial media. Bagaimana? Anda berani? Saya tunggu keberaniannya,” tutup Arya.