LSM TIPAN-RI: PT Socfindo Diminta Implementasikan Pancasila Sila ke-2

LSM TIPAN-RI: PT Socfindo Diminta  Implementasikan Pancasila Sila ke-2

Foto: Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat Indarto SE, MH di lokasi peninjauan lahan warga yang digunakan PT Socfindo Negeri Lama puluhan tahun tanpa ada kontribusi/(Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Persoalan antara masyarakat Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dengan perusahaan perkebunan PT Socfindo Negeri Lama terkait ganti rugi lahan warga yang dilintasi pipa air perusahaan tersebut belum ada titik temu.

Pasalnya, ganti rugi yang akan diberikan oleh perusahaan kepada warga  oleh Managemen perusahaan perkebunan PT Socfindo dinilai tidak manusiawi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua LSM  Tim Investigasi Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TIPAN – RI) Bernat Panjaitan SH, M.Hum didampingi sekretarisnya Anto Bangun kepada Sipayo.com, Kamis (21/11)  di Bilah Hilir seusai selesai meninjau lokasi lahan warga Desa Negeri Lama Seberang yang puluhan tahun dilintasi pipa air PT. Socfindo tanpa ada menerima kontribusi apa pun dari pihak perusahaan perkebunan raksasa itu.

“Puluhan tahun tanah warga itu digunakan sebagai lintasan pipa air untuk kepentingan perusahaan tanpa ada kontribusi dari perusahaan kepada warga. Ganti rugi yang mau diberikan perusahaan kepada warga dengan membayar lahan sesuai NJOP, ini tidak manusiawi,” kata Bernat.

Menurut Bernat, pihak perusahaan semestinya dalam hal penyelesaian ganti rugi menjunjung nilai azas pancasila sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Puluhan tahun memanfaatkan lahan warga tanpa kontribusi, lalu mengganti rugi lahan sesuai NJOP,  itu biadab bukan beradab,” timpal Anto Bangun.

Anto menegaskan, pihak perusahaan juga sudah mengakui lahan yang dilintasi pipa air mereka di luar HGU perusahaan. Selayaknya, tambahnya, managemen perusahaan pakai hati nurani guna menyelesaikan persolan tersebut bukan melakukan pembodohan dengan pola imperial.

Ditanya Sipayo.com, apa langkah yang akan diambil oleh LSM TIPAN – RI bila tidak ada titik penyelesaian, Anto Bangun menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum bila perusahaan tidak menyelesaikan hal itu dengan arif dan manusiawi.

“Tadi kita sudah turun ke lapangan bersama unit Tipiter dari Polres Labuhanbatu, Kapolsek Bilah Hilir, tim ahli dari BPN Labuhanbatu, kita tunggu perkembangan selanjutnya. Gak ada titik temu kami akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat yang dirugikan oleh kapitalis,” tegas Anto Bangun