Mandor Pembangunan Jalur KA RPK 2 Bantah Melakukan Intimidasi, Tengku: Saya Bersahabat dengan Wartawan

Mandor Pembangunan Jalur KA RPK 2 Bantah Melakukan Intimidasi, Tengku: Saya Bersahabat dengan Wartawan

Foto: Tengku Nazaruddi saat memberikan keterangannya pada sejumlah Wartawan.

Sipayo.com – Mandor angkutan tanah pengerjaan jalur Kereta Api (KA) Rantauprapat Kota Pinang (RPK), Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Tengku Nazaruddi membantah adanya tudingan aksi intimidasi terhadap jurnalis yang meliput pembangunan tersebut.

Kepada wartawan di Rantauprapat, Kamis (21/11/2019) menjelaskan, pada Minggu (17/11) kemarin dia melihat sejumlah oknum melakukan pengukuran badan jalur rel kereta api. Merasa curiga, dia menemui dan mempertanyakan kepentingan oknum tersebut.

Salah seorang yang ditemuinya belakangan diketahui bernama Joni Sianipar. Saat ditanya oleh Nazaruddin, Joni Sianipar mengaku dia warga sekitar dan berniat hendak melihat-lihat. Namun, tindakan sejumlah masyarakat semakin mencurigakan.

“Awalnya saya tanya, katanya mau melihat-lihat dan belajar, tapi beberapa oknum membawa meteran dan mengukuri. Saya curiga. Karena ditugaskan mengawasi pekerjaan termasuk alat berat lainnya, saya khawatir hal-hal lain terjadi,Kalau ada yang hilang gimana, wajar dong saya tanya dari mana.Dan saya akui nada suara saya sedikit tinggi,” sebutnya.

Belakangan, dia diberitahukan telah terbit pemberitaan tentang dirinya yang dituding sebagai preman dan menghalangi tugas seorang jurnalis dari media online bernama Joni Sianipar.

“Saya sendiri bingung, apakah Joni Sianipar dikatakan wartawan itu, yang datang mengaku warga kemarin.Kini saya dengar sudah dibilang Oknum Wartawan.Saya bukan preman tapi saya mandor angkutan,” tanyanya.

Untuk itu, dirinya berharap masyarakat mampu menilai kebenaran suatu peristiwa dengan mempertimbangkan sumber lain. Sedangkan tudingan preman terhadapnya akan di koordinasikan kepada penasihat hukum mereka apakah dalam pemberitaan itu terhadap pelanggaran UU Pers.

Selain itu, Tengku juga mendengar cerita dari atasannya bahwa Joni Sianipar beberapa kali bertemu dengan atasannya.Bahkan dia sering meminta uang pada atasannya.

“Saat itu saya sebagai pekerja, ditugaskan sebagai mandor truk dan diberi kewenangan melakukan tugas kelancaran proyek nasional. Tudingan preman yang berdampak luas itu, akan saya pelajari. Karena, tidak pernah saya melarang wartawan untuk meliput disini,” tegas Tengku Nazaruddin.

Sebelumnya, sejumlah media online mempublikasikan adanya aksi intimidasi oleh preman kepada jurnalis dibangunan jalur KA RPK 2 Danau bale, tepatnya di belakang kandang ayam Padang Pasir.

Dalam pemberitaan dituliskan, sejumlah oknum ingin menginvestigasi kebenaran keluhan masyarakat sekaitan aspal yang dilalui berlumpur dan becek dikarenakan tanah yang dibawa truk berjatuhan ke badan jalan.

Sementara itu Andi Khoirul Harahap salah satu pengusaha pemilik Kuari di Konfirmasi Sipayo.com membenarkan kalau Jony sianipar pernah meminta uang kepadanya.

“Ia benar bahwasnya beliau pernah meminta uang kepada saya, ya karena saya merupakan Ketua LSM saya anggap bersahabat,” bilang Andi.

Ditambahkannya,kalau ingin bersahabat padanya dirinya selalu membuka diri.Namun bukan melakukan Mop sana mop sini.

“Saya juga orang LSM tidak pernah saya menutup diri untuk membantu teman sefropesi saya. Tapi kalau cari-cari masalah hingga ujung-ujungnya uang aku rasa seperti tidak beretika.

“Kuari saya punya izin lengkap, tanah jelas-jelas sudah dilakukan uji lep, salahnya dimana. Kalau bersahabat ayok. Tapi kalau carik gara gara silahkan,” tantang Andi.

Sementara itu Jony Sianipar di Konfirmasi melalui telepon mengatakan awal datangnya ia bersama rekannya sebanyak 9 orang ditanyak oleh yang dikatakan preman itu seperti ini.

“Ditanyak dari mana, kujelaskan dari lingkungan suka damai. Apa salah kami disini kalau memang tidak salah kenapa harus usil.Yang Pastinya saya Wartawan di hendphone saya kan ada logonya bidik kasus kenapa dia tidak lihat kemana matanya dibuatanya. Aku bilang dari Wartawan entah dengar atau tidak akupun tak tahu karena dia mengamuk-ngamuk, tapi yang pasti fublik tahu aku ini Wartawan,” cetus Jony.(Abi Pasaribu)