Reses Anggota DPRD Labuhanbatu di Sei Tampang, David Siregar: Sampaikan Kepada Saya Mana Usulan yang Harus Kita Kawal

Reses Anggota DPRD Labuhanbatu di Sei Tampang, David Siregar: Sampaikan Kepada Saya Mana Usulan yang Harus Kita Kawal

Foto: Reses Anggota DPRD Labuhanbatu di Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Selasa (26

Sipayo.com – Anggota DPRD Labuhanbatu dari dapil III Akhmad Khoirul Hasibuan (PBB), David Siregar SE (Golkar), Josman Sinaga SH (Nasdem), Nurjanah Ritonga (Hanura), dan H.Fauzi (Gerinda) gelar reses di aula pertemuan kantor Kepala Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu pada Selasa (26/11).

Ketua Tim reses David Siregar SE dalam sambutannya mengatakan, ingin mendengar laporan dari warga Desa Sei Tampang tentang pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Labuhanbatu di desa itu.

“Laporan atau informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan. Sehingga informasi yang kami dapat bisa kami bawa dalam sidang paripurna,” ucapnya.

Pada acara sesi tanya jawab, mantan kepala Desa Sei Tampang Mhd. Asmui berharap anggota DPRD Labuhanbatu di periode ini dapat lebih baik dari anggota DPRD periode yang lalu dalam menampung aspirasi masyarakat.

Selain itu, Asmui berharap anggota DPRD Labuhanbatu dapat mendongkrak permohonan masyarakat pembuatan parit beton sepanjang 10 Kilometer.

“Alhamdulilah tahun ini pembuatan parit beton sudah dikerjakan tetapi baru dikerjakaan sepanjang 745 meter. Namun saya berharap tahun depan pemgerjaan proyek itu dapat berkelanjutan,” ujar Asmui.

Menanggapi hal tersebut, David Siregar mengatakan akan melihat ada atau tidak penjabaran di APBD tahun 2020 untuk  lanjutan proyek tersebut.

David menegaskan, mana usulan yang harus dikawal agar disampaikan kepadanya. Sebab, saat musrenbang Kabupaten anggota dewan tidak diundang oleh pemerintah kabupaten.

“Saat Musrenkab Kami tidak pernah diundang, yang diundang hanya Ketua DPRD. Karena itu mana usulan yang harus kita kawal bisa kita sampaikan dan kita bangun komunikasi secara intensif dengan ketua dewan,” sebut David.

Adam, seorang warga setempat menyampaikan keluhan soal keberadaan saluran tegangan tinggi (SUTET) dimana keberadaan tiangnya terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat. Kekecewan Adam terkait pihak SUTET tidak pernah mensosialisasikan tentang keberadaan SUTET.

“Tanpa ada sosialisasi tau – tau kita disuruh buka rekening oleh pegawai Bank BRI, saya tidak mau karena tidak ada sosialisasi dari pihak SUTET,” terang Adam.

Sementara Fajar Rusman, warga Dusun Tanah Damar meminta para anggota dewan selesai pertemuan dapat meninjau langsung pengerjaan parit beton yang dinilainya pengerjaan itu tidak sinkron dalam pemasangan beton di parit tersebut.

Aspirasi lainnya disampaikan oleh Rimba Sinaturi, ia mengeluhkan keberadaan Kafe remang – remang yang tidak pernah ditutup oleh aparatur pemerintahan.

Terkait soal keberadaan kafe yang cukup meresahkan, Rimba Sinaturi juga mengkeluhkan truck pengangkut CPO PT Hari Sawit Jaya yang melebihi tonase dan menyebabkan retak dinding rumah warga setempat.

Selain penyampaian soal pembangunan infrastruktur, dalam pertemuan itu masyarakat juga menyampaikan soal pemekaran desa, pembangunan sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Dusun Wonosari. Warga juga mengkeluhkan soal pencuncian parit di Dusun Sei Tampang yang harus dikerjakan oleh PT Cisadane Sawit Raya namun hingga saat ini belum dilaksanakan perusahaan tersebut. (Joko W. Erlambang).