Alamak! Gara-gara Uang Rp. 5000, Warga Pangkatan Labuhanbatu Berurusan dengan Polisi

Alamak! Gara-gara Uang Rp. 5000, Warga Pangkatan Labuhanbatu Berurusan dengan Polisi

Foto: Tersangka APN Melakukan Pemerasan dengan Senjata Tajam Diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir.

Sipayo.com – Hanya gara-gara uang Rp. 5000 (Lima ribu rupiah) Alpian Nasution (45) warga Dusun Kampung Padang , Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Ternyata oh ternyata, uang Rp. 5000 itu didapat Alpian dengan cara koboy alias dengan cara kekerasan. Alhasil, Alpian pun ditangkap unit reskrim Polsek Bilah Hilir, Rabu (22/01)  tanpa bisa memberikan perlawanan.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Krisnat Indarto SE, MH kepada Sipayo.com, Minggu (26/01) membenarkan adanya penangkapan seorang preman yang kerap menimbulkan keresahan masyarakat khususnya para supir di simpang PT Indo Sepadan Jaya, Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan.

“Benar, ada 2 orang pelaku pemerasan di Pangkatan. 1 orang berhasil kita tangkap da  satu orang lagi berhasil kabur. Keduanya melakukan pemerasan terhadap supir truck yang membawa cangkang dengan menggunakan senjata tajam,” kata Krisnat kepada Sipayo.com via selular.

Dijelaskannya, dilakukannya penangkapan itu setelah menerima laporan dari Muhammad Salam Perangin -Angin (32) selaku supir truck yang diperas dan diancam mau dibunuh.

Kronologis kejadian, sebut Krisnat Saat itu, Muhammad Salam Perangin-angin sedang mengendarai trucknya mengangkut cangkang kelapa sawit di Dusun Pekan Kampung Padang.

Saat dekat simpang PT Indo Sepadan Jaya, tambahnya, Dedi (pelaku) meminta korban menghentikan kendaraannya.

Selanjutnya, Dedi meminta uang kepada sang supir sebesar Rp 5.000 dengan dalih uang SPSI. Tetapi sang supir (Muhammad Salam) tidak berkenan memberikannya.

“Karena tidak diberi, pelaku memaksa supir untuk memberikan uang seraya mengacungkan parang yang dipegangnya.Bahkan pelaku kemuidan  membacok body kabin mobil truk yang  dikemudikan korban,” ujar Krisnat.

Tak berselang lama, lanjut Krisnat, rekan pelaku , Alpian keluar dari dalam kebun kelapa sawit warga dan mendatangi korban sambil menghardik dengan suara keras.

“Kau kasih gak itu, ku bunuh kau nanti di sini, anjing, babi kau,” imbuh Krisnat mencontohkan ucapan pelaku kepada korban.

Karena merasa nyawanya terancam, lanjut Krisnat kembali, Doni Hasibuan selaku kernet memenuhi permintaan pelaku dan memberikan uang sebesar Rp. 5000 (lima ribu rupiah) kepada pelaku.

Tidak terima atas perbuatan pelaku dan merasa terancam, supir dan kernet pun membuat pelaporan ke Polsek Bilah Hilir.

Guna menanggungjawabpi perbuatannya kini pelaku dijebloskan ke hotel prodeo dan dijerat dengan Pasal 368 KUHP. Sedangkan Dedi masuk dalam daftar  pencarian orang (DPO). (Joko W. Erlambang)