Perhitungan Suara Pilkades Diricuhkan, Desa Sei Tampang Memanas Para Tokoh Angkat Bicara

Perhitungan Suara Pilkades Diricuhkan, Desa Sei Tampang Memanas Para Tokoh Angkat Bicara

Foto: Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan warga Desa Sei Tampang berfose bersama seusai memberikan keterangan kepada Sipayo.com di Dusun Sei Mambang, Rabu (1/1/2020)/(Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Para tokoh masyarakat Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda angkat bicara terkait suasana di desa itu yang situasinya kian memanas.

Pemicu memanasnya situasi di desa itu, bermula dari adanya protes dari salah seorang warga desa berinisial AHN Nainggolan terhadap panitia pemilihan kepala desa Sei Tampang yang diselenggarakan pada, Senin (28/12/2019) seusai panitia usai melakukan perhitungan suara.

Hal itu dikatakan Tokoh Pemuda Desa Sei Tampang Surya, didampingi para tokoh masyarakat, tokoh agama dan puluhan warga kepada Sipayo.com, Rabu (1/1) di kediaman Harsono warga Dusun Sei Mambang Hilir.

Menurut Surya, AHN Nainggolan boleh – boleh saja memprotes panitia, tetapi ia tidak punya hak mengatakan acara pemilihan itu batal dan melakukan penghinaan terhadap panitia.

Surya menilai, hal lain yang menyebabkan semakin memanasnya situasi di desa itu, dikarenakan AHN Nainggolan mengambil azas manfaat untuk isi dompetnya dengan cara mempengaruhi warga untuk demo di kantor bupati masalah pilkades tersebut.

“Apa dia kira dengan demo pilkades itu bisa dibatalkan. Kalau dia seorang pelajar dan ngerti hukum, lakukan langkah-langkah hukum menggugat proses pilkades itu yang dianggapnya curang. Gak perlu dia pengaruhi warga untuk demo. Kami juga bisa menghadirkan lawan tanding demo juga kok, tetapi kami masih menahan diri. Saya himbau lebih baik AHN Nainggolan membuktikan semua dugaannya sesuai prosedur yang sudah diatur bukan melakukan propaganda dan pembodohan,” tandas Surya.

Surya menyayangkan tindakan AHN Nainggolan selaku seorang Ketua LSM dan mengaku seorang terpelajar. AHN Nainggolan dinilai tidak beretika melontarkan kalimat yang tidak sopan terhadap Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S.Pd dihadapan masyarakat dan dihadapan Kapolsek Bilah Hilir AKP Krisnat Indarto SE,MH.

“Etika bahasanya saja tidak ada, Camat dan Kapolsek pun tidak dihargainya. Dia tuding semua panitia pilkades itu para pendukung  Muhammad Asmui. Padahal anggota LSM dia bernama Anton  juga anggota panitia. Kalau anggotanya pendukung Asmui berarti anggotanya itu penghianatlah,” papar Surya.

“Si Anton jelas bukan pendukung Muhammad Asmui, kita pun tahu itu. Kenapa disebut AHN Nainggolan semua panitia pendukung Asmui? Anton yang paling koar-koar di Facebook menyalahkan panitia dan kadus. Apa dia itu bukan panitia?” timpal Edi Sunaryo.

Selain Anton, lanjut Surya, ada juga salah satu kepala dusun di desa itu menjadi salah satu TS (team sukses) gelap pendukung calon kades rivalnya Muhammad Asmui. Tetapi mirisnya, tambah Surya, pada komen Anton di Facebook menyalahkan kadus yang katanya membagikan undangan di lokasi itu seolah – olah semua kadus pendukung Muhammad Asmui.

Foto: Anton memberikan komentar pada berita Sipayo.com.

“Jangan asal tuding dan sok bersihlah,  kami juga punya data adanya kadus dan Anton selaku anggota panitia  yang terlibat menjadi TS gelap salah satu calon kades. Jadi jangan bangun opini negatif karena calonnya mereka kalah menuding calon nomor 3 curang,” ungkap Surya dibenarkan Suharbi juga tokoh pemuda desa itu.

Surya menegaskan, kehadiran AHN Nainggolan di desa itu hanya menimbulkan situasi yang tidak kondusif, dimana kehadirannya hanya menimbulkan perpecahan hubungan pertemanan, persaudaraan dan kekerabatan di desa itu yang selama ini harmonis dan dinamis.

“Saya mengingatkan kepada AHN Nainggolan, cukup terjadi di Sei Berombang ada tindakan brutal dan sadis, jangan sampai hal itu terjadi di Sei Tampang. Jangan terus melakukan propaganda dan pembodohan terhadap masyarakat desa ini hanya untuk mendapat keuntungan pribadinya,” sebut Surya dan disambut dengan kata betul secara serempak dari rekan – rekannya.

Tokoh Masyarakat Desa Sei Tampang Edy Sunaryo, Asim, H. Satriono, Karyanto, Saptolo sepakat berharap masyarakat desa itu lebih bijak dan arif menyikapi persoalan pilkades yang telah usai dan dimenangkan oleh Muhammad Asmui.

“Masyarakat jangan mau diprovokasi dan terpecah belah. Pilkades telah selesai, yang kalah seharusnya legowo. Kita semua di desa ini berkaitan punya hubungan saudara, jangan karena provokasi hubungan kekerabatan ini rusak,” imbuh Edi Sunaryo dibenarkan oleh rekannya.

Tokoh Agama Desa Sei Tampang Harsono, Rasmin, H Wagiman kepada Sipayo.com juga mengatakan hal yang senada. Ketiga tokoh agama itu meminta kepada AHN Nainggolan menghentikan tindakan provokasinya.

“Jangan terus memperkeruh suasana, kami tidak mau terjadi tindakan anarkis di desa ini. Takut saya pendukung Muhammad Asmui juga tidak akan tinggal diam atas provokasinya AHN Nainggolan selama ini. Nanti emosi mereka tidak terkendali kan tidak baik akibatnya. Beda pilihan itu biasa, tapi bukan jadi permusuhan. Jadi kami harap masyarakat harus cerdas menyikapi masalah ini. Kita ingin desa ini damai, jangan gara – gara pilkades ada warga yang mati gak saling melayat diundang kenduri gak mau datang,” terang Harsono.

Disoal Sipayo.com terkait adanya kartu undangan yang katanya tidak dibagikan oleh Kepala Dusun Sei Mambang Hilir, Indon Pakpahan kepada pemilih, adakah warga yang tidak memiliki kartu undangan datang ke TPS Pilkades saat itu, Surya kembali menjawab bahwasannya tidak ada warga yang komplin di tempat pemilihan suara pilkades itu.

“Dari awal buka acara sampai tutup saya di lokasi, tidak ada warga yang mempermasalahkan hal surat undangan itu. Jadi jangan merusuhkan situasi mengatasnamakan masyarakat yang tidak diberi undangan. Jangan sampai habis sabar kami,” pungkas Surya mengakhiri.(Joko W Erlambang).