Terkait Oknum Guru di Labuhanbatu Aniaya Istri, Polisi Minta Pelapor Berpikir

Terkait Oknum Guru di Labuhanbatu Aniaya Istri, Polisi Minta Pelapor Berpikir

Foto: Korban saat ditemui Wartawan di Polres Labuhanbatu

Sipayo.com – Peristiwa Oknum Guru beinesial NTP (46) yang menganiyaya istrinya YS (39) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Rabu (29/1/2020) Polisi meminta pelapor berpikir satu malam atas laporan yang dibuatnya.

Hal itu di lakukan mengingat pertimbangan anak-anak jangan sampai berepek atas prilaku kedua orang tuanya.

“Kita sarankan dulu agar berpikir satu malam ini. Jadi laporannya kita pending dulu. Namun kalau sudah tidak ada titik temu. Kita akan tindak lanjuti laporan korban. Kadangkan Hari ini masih panas, mungkin besok sudah berubah. Jadi tidak salah kita sarankan dulu untuk berpikir satu malam mengingat pertimbangan anak mereka,” kata salah seorang Juru Periksa saat ditemui Wartawan di ruang UUPA Polres Labuhanbatu.

Sementara itu YS ditemui di Polres Labuhanbatu mengatakan atas perbutan suaminya akan tetap melanjutkan hal tersebut keranah hukum.

“Saya sudah buat pernyataan bang di Polres tadi.Bahwa saya tidak akan mau rujuk lagi. Namun disarankan polisi untuk berpikir malam ini. Memang saya sedikit lelah sekali bang. Sudah macam remuk kali badan ini,” bilang YS.

Dilanjutkannya, dirinya tetap bersikukuh agar membawa persoalan tersebut keranah hukum.Mengingat prilaku suaminya sudah sangat keterlaluan.

“Besok atau dua hari ini saya akan datang lagi kepolres ini bang,Visumnya saya sudah dipengang penyidik.Namun suami saya sudah di Lepas.Mengingat laporan saya masih dipending,” sebut YS.

Pantauan Wartawan terlihat YS terpapah-papah saat berjalan diseputaran Polres Labuhanbatu karena hantaman yang di Lakukan NTP yang tak lain adalah suaminya.

Bahkan Kepala Desa Sidomulyo bernama Sukri mendampingi warganya itu hingga larut malam.

“Namanya warga saya bang wajib saya dampingi.Dari jam tiga pagi hingga malam ini kami juga belum pulang bang dari Polres ini,” bilang Sukri pada Wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Bilah Hilir AKP krisnat Indratno membenarkan kejadian KDRT di Desa Sidomulyo yang mengakibatkan YS mengalami cedera fisik dan langsung memerintahkan personil untuk menjemput sang suami NTP.

“Benar telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami YS oleh suaminya sendiri warga Sidomulyo, kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu. Pelaku langsung kita jemput dari kediamannya dan langsung kita antar Kepolres Labuhanbatu” terang Krisnat.

Informasi yang dirangkum, pertengkaran dipicu dengan hal yang sepele. Hanya gegara sebuah kunci mobil tidak diketemukan oleh suami lalu pertengkaranpun terjadi hingga menganiaya istrinya. mendapat kekerasan dari sang suami sang istri mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian kaki.

Persoalannya sepele, hanya gara-gara mencari sebuah kunci mobil tidak diketemukan, suami (pelaku) lakukan kekerasan fisik, Hingga istri (korban) mengalami luka memar di beberapa bagian wajah seperti mulut dan gusi bengkak, kaki sebelah kiri bengkak serta dada serasa sakit.(Abi Pasaribu).