GAPBSI Serbu Kantor DPRD Sumut Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

GAPBSI Serbu Kantor DPRD Sumut Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Foto : GAPBSI Saat Melakukan Orasi di Kantor DPRD Sumut

Sipayo.com – Ratusan Gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (GAPBSI) Kota Medan, menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (12/2/2020).

Ratusan Gabungan Serikat Pekerja Buruh (SPSI) kota Medan ini menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Menurut mereka UU itu merugikan mereka. Mereka meminta agar tetap mengacu kepada UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Sekjen DPC FSP Lem SPSI Medan, Supranoto, SH mengatakan UU Omnibus Law ini sangat merugikan perkerja buruh.

“UU ini sangat merugikan buruh, dalam jam kerja sangat meganggu, karena diberlakukan perjam, tidak ada istilah jam lembur, masalah gaji, pesangon juga, sangat banyak merugikan karyawan”ujar Supranoto.

Lebih lanjut dia mengatakan jika  tidak didengarkan buruh akan turun ke jalan dengan masa yang lebih besar.

“Apa bila kami tidak didengarkan, dan tidak direalisai kami buruh akan terus turun dengan masa yang lebih besar” tegasnya.

Setelah beberapa saat berorasi, mereka disambut oleh perwakilan anggota dewan dari Fraksi Golkar, Gerindra, dan PDIP. Saat menjumpai massa, perwakilan anggota DPR pun mendukung perjuangan para buruh tersebut.

“Kita mendukung aksi buruh hari ini. Kalau merugikan buruh, kita tolak. Kalau merugikan buruh, tolak. Kita akan rekomendasikan ke DPR RI terkait sikap buruh di Kota Medan hari ini,” kata Wagirin Arman selaku perwakilan anggota DPRD Sumut dari Golkar.

Adapun elemen pekerja/buruh yang tergabung dalam GAPBSI itu, yakni, F SP LEM KSPSI, F SP KEP KSPSI, SBMI Merdeka, SBNI, F SB KIKES KSBSI, F SP RTMM KSPSI, F SPTI KSPSI, F LOMENIK KSBSI, F SB GARTEKS KSBSI, SBSI, BUPELA, KAHUT, KBI, SBSU dan PPMI.