Malu Miskin, Ketua PKH Negeri Baru Pasang Stiker di Dinding Samping Rumah

Malu Miskin, Ketua PKH Negeri Baru Pasang Stiker di Dinding Samping Rumah

Foto: Rumah ketua kelompok PKH di Lingkungan Al Fajar, Kelurahan Negeri Baru yang juga mendapat bantuan PKH.

Sipayo.com – Merasa malu dinding depan rumahnya dipasang stiker warga pra sejahtera, Nursiah (37) selaku ketua kelompok penerima keluarga harapan (PKH) di Lingkungan Bangun Rejo dikenal dengan sebutan Al Fajar, Kelurahan Negeri Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu pasang stiker keluarga pra sejahtera di dinding samping rumah.

Hal itu dikatakan Kepala Lingkungan, Bangun Rejo Kasdi, kepada Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S,Pd bersama Lurah Negeri Baru Syarifuddin Nasution SE, saat meninjau rumah warga miskin di Lingkungan Bangun Rejo yang tidak dapat bantuan PKH, Sabtu (8/02/2020).

Mendapat laporan itu, Bangun Siregar yang berkulit hitam manis itu, seketika hilang manisnya dan wajahnya memerah legam seraya meminta kepada Kepala Dusun Bangun Rejo menegur langsung ketua PKH itu.

“Suruh dia pasang stiker itu di dinding depan rumahnya, kalau dia malu dibilang keluarga pra sejahtera suruh dia mengundurkan diri sebagai penerima dana PKH. Hari Senin nanti saya panggil dia,” kata Bangun dengan nada tinggi dengan mata tebeliak membesar kepada Kasdi yang langsung manggut–manggut siap melaksakan perintah.

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur (PAWA PATI) Abdul Hasyim mengatakan, sebaiknya Nursiah mundur sebagai ketua kelompok mau pun sebagai penerima dana PKH.

“Dari keterangan kadus tadi, Nursia itu punya kebun sawit dan punya usaha, sedangkan rumahnya besar dan megah, apa ia tidak malu mengaku miskin dengan ekonomi yang mapan seperti itu?” tanya AbdulHasyim.

Abdul Hasyim menegaskan, orang miskin kalau ketahuan miskin tidak akan merasa malu, sebab kenyataannya memang miskin. Tetapi kalau memiliki ekonomi yang cukup, sandang pangan papan yang mencukupi mengaku miskin, itu tanda manusia yang mensyukuri nikmat Tuhan.

“Ingat Firman Allah SWT, Lainsyakartum laaziidannakum, walainkafartum inna adzabi lasyadid. Siapa yang bersyukur kepada-KU akan AKU tambah nikmat-KU padanya. Apabila ia ingkar akan nikmat-KU, Ingat!, Azab-KU sangat pedih. Siap-siaplah menerima adzab Tuhan yang mampu tapi ngaku miskin,” sebut Abdul Hasyim ala ustad. (Joko W. Erlambang)