Seputar Proyek Paving Block, Begini Kata Pihak Rekanan

Seputar Proyek Paving Block, Begini Kata Pihak Rekanan

Foto: Jek Situmeang

Sipayo.com – Permasalahan seputar paving block di Lapangan BKD Labuhanbatu yang dikerjakan CV. Putra Pertama dengan nilai kontrak sebesar Rp.1.174.517.000 yang dibongkar pekerja ternyata hanya miskomunikasi terhadap pihak rekanan dan pekerja proyek.

Hal itu dikatakan Jek Situmeang selaku mewakili perusahaan saat di Konfirmasi Wartawan.

“Sebenarnya melalui kontrak yang ada semua pekerja sudah kami bayar, bahkan para pekerja yang berhutang kepada pihak kami melalui nilai kontrak yang ada, jadi ini masalah miskomunikasi saja bang, kami akan bicarakan dan musyawarahkan serta saling buka data kewajiban masing-masing apa kelebihan bayar atau kekurangan tapi dari kami hitung-hitung kami malah kelebihan bayar dengan tidak di hitungnya biaya pematangan lahan gunakan alat berat peranjiannya manual, jadi bang kami tetap komunikasi cuma kesabaran untuk saling bermusyawarah yang tidak bersabar dari rekanan kami tersebut,” jelas Jek Situmeang saat di temui Wartawan Rabu (5/2/2020) disalah satu Warung kopi di Kota Rantauprapat.

Katanya, namun begitu selaku pihak rekanan diapun tak mau permasalahan itu berkepanjagan hanya persolan miskomunikasi.

“Yang pasti kami dari pihak perusahaan akan menyelesaikan sebaik-baiknya kepada pekerja proyek meski hal ini masalah komunikasi.Apalagi ini masalah internal kami bang,” sebut Jek.

Diberitakan sebelumnya, proyek pemasangan paving block pada lapangan BKD dan pembangunan parid kantor BKD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019 yang sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019 yang dikerjakan CV. Putra Pertama dengan nilai kontrak sebesar Rp.1.174.517.000 dibongkar.

Demikian dikatakan salah satu pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya, “proyek pemasangan paving block ini sengaja kami bongkar bg,” kata pekerja proyek itu yang mengaku warga ajamu senin (03/02/20) sore dilokasi proyek.

Dijelaskannya, proyek itu sengaja kami bongkar bg biar pemborongnya datang, soalnya sampai saat ini sebagian lagi gaji kami belum dibayar sama pemborong ini.

“Gitu kami bongkar, pemborongnya langsung nelpon dan janji akan membayar sisa gaji kami paling lambat jam 6 ini bg,” ucapnya saat ditanya wartawan.(Abi Pasaribu)