Pemkab Labuhanbatu Mau Dibuat Bagaimana, Oknum Pejabat Melanggar Sumpah?

Pemkab Labuhanbatu Mau Dibuat Bagaimana, Oknum Pejabat Melanggar Sumpah?

Foto: Kantor Bupati Labuhanbatu

Sipayo.com – Porak-Poranda kiasan bahasa tersebut tampaknya layak buat Pemerintahan Kabupaten Labuhanabatu. Bagaimana tidak?semenjak dilantiknya Pangonal-Andi (Padi) pada 17 Febuari 2016 lalu sejumalah Pegawai Negeri Sipil banyak tersandung hukum.

Seperti awal mulanya Pemkab Labuhan batu mulai menanggung malu. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan AHN tercocok oleh tim saber pungli Polres Labuhan batu pada Kamis (9/3/2017).

Beliau ditenggarai melakukan kutipan uang pengurusan berkas Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kemudian dengan berjalannya waktu pemerintahan Pangonal-Andi kembali dirundut masalah.Kali ini persolan Lurah,kembali lagi Tim Saber Pungli Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) seorang oknum Lurah Soldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Peristiwa penangkapan oknum lurah tersebut ditengarai terkait pengurusan sertifikat tanah (Frona) yang diprogramkan oleh BPN RI, namun disebut-sebut sejumlah warga diharuskan menyetorkan uang diluar ketentuan sehingga ditemukan Polisi sejumlah uang pada tersangka OTT tersebut, Senin (23/10/2017).

Selanjutnya,baru 17 bulan Pangonal-Andi menjabat, Pangonal dan Kroninya diamankan dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Sorkarno Hatta pada Selasa (17/7/2018) malam.

Kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah penangkapan para pelaku diduga terkait korupsi dan suap pada proyek pengadaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Labuhanbatu.

Setelah itu Haluan pun berganti.Karena Sang Bupati terjerat hukum Andi Suhaimi pun dilantik Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melantik Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe sisa masa jabatan tahun 2016-2021, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai dua, Kantor, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Jumat (20/9/2019).

Saat itu Edy berpesan jangan mengingkari sumpah pelantikan yang telah diikrarkan.

“Hari ini anda telah bersumpah dengan kitab suci Al Quran di atas kepala anda. Amanah yang anda emban akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Miliki rasa takut kepada Allah, jangan ingkari sumpah itu dan berikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Edy Rahmayadi saat pelantikan.

Kini setelah dijabat Andi Suhaimi terpaaan kembali datang Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT di cafe Milenial Rantauprapat, Senin (2/3/2020), dan selanjutnya menetapkan PP yang menjabat sebagai Plt kadis Perkim sebagai tersangka.

Sedangkan Barang Bukti yang diamankan uang sebesar Rp. 40.000.000,- yang dimasukkan dalam Amplop coklat yang bertuliskan inisial IN, PT TPK dan cek yang bertuliskan 1.445.000.000,- (Satu Miliyar Empat Ratus Empat Puluh Lima juta rupiah).

Kemudian, OTT terkait diduga pungli pencairan pembayaran 100% proyek pembangunan RSUD.Dugaan tindak pidana korupsi terkait pungli untuk mempercepat proses pembayaran 100% atas proyek pengadaan pekerjaan pembangunan rumah sakit umum daerah Labuhanbatu TA 2019,” ujar Kabid Humas Poldasu Kombes Tatan Dirsan.

Apakah mereka menataati sumpah yang telah diucapkan.?

Demi Allah/Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, saya bersumpah/berjanji:

Bahwa saya, untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara, dan pemerintah;

Bahwa saya, akan menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;

Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat pegawai negeri sipil, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;

Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;

Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.(Abi Pasaribu)