Penuh Kejanggalan, Inspektorat Labuhanbatu Dituding Setting Pemeriksaan LHP BUMDes Sei Sentosa

Penuh Kejanggalan, Inspektorat Labuhanbatu Dituding Setting Pemeriksaan LHP BUMDes Sei Sentosa

Foto: Alinasi Mahasiswa dan Warga Desa Sei Sentosa saat menyampaikan mosi tak percaya di depan kantor Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (04/03/2020)

Sipayo.com – Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Desa Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu menuding Inspektorat Labuhanbatu turut serta mengatur administrasi pertanggungjawaban penggunaan dana Bumdes Sei Sentosa yang diduga keras rawan penyimpangan.

Pasalnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat tentang anggaran bumdes Desa Sei Sentosa penuh dengan kejanggalan dan terkesan sudah disetting agar lepas dari jeratan korupsi.

“Kita menolak laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat karena di dalamnya banyak kejanggalan dalam pemeriksaan itu. Pemeriksaan tidak sesuai dengan laporan yang telah kita berikan, bahkan keterangan dalam hasil pemeriksaan itu kita nilai tidak spesifik dan kredible. Karena itu laporan hasil pemeriksaan tersebut kita kembalikan kepada inspetorat,” kata Ahmad Yani selaku fasilitator gabungan aliansi mahasiswa dan masyarakat kepada Sipayo.com seusai menyampaikan mosi tak percaya di depan kantor inspetorat Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (4/03/2020).

Di tempat yang sama, Muktar, selaku pelapor pertama dugaan korupsi Bumdes Sei Sentosa ke Kejaksaan Negeri Rantauprapat, mengaku kecewa terhadap kinerja inspektorat. Muktar menilai, inspektorat terkesan melindungi perbuatan pejabat desa sebagai pengguna anggaran yang merugikan negara.

“Pemeriksaan yang dilakukan dengan laporan yang kita berikan sama sekali tidak balance, kalau seperti ini cara kerja inspektorat seolah – olah tidak ada penyimpangan anggaran yang dilakukan oleh kepala desa. Padahal dengan mata kasar pun kita tahu banyak kerja kepala desa yang menyimpang. Tetapi semua bersih dibuat oleh inspektorat, hebat betul neh inspektorat,” ujar Muktar.

Terpisah, salah seorang Advokat Labuhanbatu Yanto Ziliwu SH, menanggapi hal itu kepada wartawan mengatakan Inspektorat Labuhanbatu semestinya dalam menjalankan tugasnya benar – benar sesuai koridor dan tupoksinya, bukan sarat pada kepentingan.

Sehingga dampak negatifnya inspektorat dinilai melakukan pemeriksaan penggunaan dana desa hanya sebuah formalitas belaka. Menurut Yanto, penilaian negatif terhadap kinerja inspektorat yang diberikan oleh masyarakat, aktivis maupun kalangan lainnya bukanlah tidak beralasan. Semua itu dikarenakan, hingga saat ini tidak ada satu pun temuan inspektorat yang dilaporkan kepada penegak hukum.

“Banyak laporan pengaduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa maupun bumdes, akan tetapi laporan itu mungkin dijadikan sebagai berkas sampah. Belum lagi pemberitaan dari kawan – kawan wartawan tentang penyimpangan dana desa, tidak pernah terproses oleh inspektorat dan sampai ke ranah hukum,” imbuh Yanto.

Kasubbag Umum Inspektorat Labuhanbatu Ulvia,saat menerima pengembalian laporan hasil pemeriksaan bumdes Sei Sentosa mengatakan, akan menyampaikan pengembalian laporan hasil pemeriksaan dimaksud kepada Inspektur.

“Laporan hasil pemeriksaan (LHP) ini kami terima kembali dan akan saya sampaikan. Berhubung saat ini Inspektur tidak berada ditempat.” terang Ulvia. (Joko W Erlambang)