Perusahaan Lalai, Istri Karyawan PT HSJ Bayar Biaya Partus

Perusahaan Lalai, Istri Karyawan PT HSJ Bayar Biaya Partus

Foto: Kantor Kebun KNU PT Hari Sawit Jaya.

Sipayo.com – Akibat kelalain perusahaan, Alianus Waruwu karyawan PT Hari Sawit Jaya Kebun Negerilama Central (KNC), Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu merasa dirugikan oleh manajemen perusahaan perkebunan raksasa milik Sukanto Tanoto itu.

Pasalnya, istrinya Yani Gulo beberapa bulan lalu saat partus di klinik milik perkebunan itu, harus membayar bidan yang bertugas di klinik tersebut yang notabenenya juga karyawan perusahaan sebesar Rp800.000 (delapan ratus ribu rupiah).

“Saya harus bayar bang delapan ratus ribu rupiah, karena saat itu istri saya saat melahirkan katanya belum masuk tanggungan BPJS saya bang,” kata Alianus Waruwu beberapa hari lalu kepada Sipayo.com di depan rumahnya.

Saat ditanya kembali, apakah ia yang memberi uang sebesar itu kepada bidan, atau memang diminta biaya sebesar itu, Alianus mengatakan uang itu memang diminta oleh bidan tersebut.
Manajer Perkebunan Kebun Negeri Lama Central (KNC) PT Hari Sawit Jaya Ashari, saat ditemui di kantornya mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. Ashari pun memanggil KTU serta Asistennya Arnol Tarigan serta Desi selaku bidan di perusahaan itu. Namun si Desi tidak datang dikarenakan sedang cuti.

Di hadapan Sipayo.com Arnol mengakui adanya biaya persalinan sebesar itu dengan dalih istri karyawan dimaksud belum terdaftar di dalam tanggungan BPJS suaminya.

“Istrinya belum terdaftar di dalam tanggungan suaminya Pak, saat itu kita memanggil orang tua istri karyawan, serta suaminya dan mengaku tidak keberatan,” kata Arnol.

Saat ditanya Ashari mengapa harus bayar, Arnol berdalih uang delapan ratus ribu itu untuk biaya pengklaiman BPJS.

Saat ditanya Sipayo.com apa bisa ditunjukkan bukti klaim ke BPJS, Arnol Trigan tidak memberikan tanggapan. Ditanya kembali, mengapa istri karyawan tersebut tidak terdaftar sedangkan Alianus sudah menjadi karyawan tetap selama 2 tahun, Ashari dan Arnol berkilah karyawannya tersebut belum memiliki kartu keluarga sehingga datanya tidak ada untuk diusulkan dalam tanggungan suaminya.

“Namun hal ini akan saya tindaklanjuti Pak, apakah ini systemnya atau kesalahan karyawan, jika ini kesalahan perusahaan saya yang akan kembalikan uang delapan ratus ribu itu kepada karyawan saya. Dalam waktu 2 atau 3 hari ini akan saya kasih kabar Pak,”timpal Ashari.

Dua hari kemudian, saat dikonfirmasi Sipayo.com via WhatsApp, Ashari berdalih tidak ada claim ke BPJS sebagaimana yang dikatakan Arnol Tarigan sebelumnya, bahkan Ashari mengaku Alianus tidak menuntut ganti rugi atas biaya persalinan tersebut.

Alianus Waruwu saat dikonfirmasi Sipayo.com via selular mengaku ada ditemui Asistennya yakni Arnol Tarigan dan mempertanyakan kepadanya mengapa mengadukan hal itu kepada wartawan.

“Itu yang ditanyakan kepada saya Pak, tetapi tidak ada ditanya apakah saya minta uang itu kembali atau tidak,” terang Alianus.

Ditanya kembali, apakah benar ia belum memberikan data usulan kepada perusahaan agar istrinya masuk dalam tanggungannya, Alianus mengaku hal itu tidak benar.

Menurut Alianus, dua bulan sebelum istrinya melahirkan, ia sudah mengajukan usulan agar istrinya sudah masuk dalam tanggungannya kepada perusahaan. Alianus mengaku tidak tahu apa kendalanya hingga dua bulan istrinya belum masuk daftar tanggungannya. Bahkan Alianus waruhu juga mengatakan mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk perobatan anaknya di rumah sakit di Rantauprapat. Hal itu dikarenakan anaknya belum masuk dalam tanggungannya.

“Kalau dirugikan ya saya merasa dirugikan bang, kalau uang saya dikembalikan ya pasti saya terima, tetapi saya tidak ditanya mau dikembalikan atau tidak. Jika perusahaan tidak mengembalikan ya mau gimana lagi, ya sudahlah,” ungkap Alianus.(Joko W Erlambang)