Meski Tupoksi Sama, Honor Kepling Jauh Dibawa Honor Kadus di Labuhanbatu

Meski Tupoksi Sama, Honor Kepling Jauh Dibawa Honor Kadus di Labuhanbatu

Foto: Wakil Sekretaris PAWA PATI, Abdul Hasyim Mth (istimewa)

Sipayo.com – Proses untuk menduduki jabatan kepala dusun di Labuhanbatu meski lewat penjaringan dengan mengikuti ujian ternyata diminati oleh masyarakat saat ini. Hal itu terbukti cukup antusiasnya warga yang mencalonkan diri menjadi kepala dusun pada saat proses penjaringan kepala dusun di semua desa. Bahkan, dalam proses penjaringan itu tercium aroma busuk “berbau uang”, demi mendapat nilai tertinggi dan bisa menduduki jabatan sebagai seorang kepala dusun.

Hal itu dikatakan wakil sekretaris Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur ( PAWA PATI) Abdul Hasyim Mth kepada Sipayo.com, Rabu (8/4/2020) di Bilah Hilir.

Hasyim menilai, tingginya antusias warga yang ingin menjabat sebagai kepala dusun dikarenakan honor kepala dusun saat ini sudah setara dengan upah minimum regional (UMR) sebesar Rp2.400.000 (Dua juta empat ratus ribu rupiah).

Selain honor atau gaji yang cukup memadai, lanjut Hasyim, SK kepala dusun dapat menjadi agunan meminjam uang di Bank dengan nilai Rp40.000.000 (Empat puluh juta rupiah). Tetapi mirisnya, sebut Hasyim, honor kepala dusun dan kepala lingkungan yang bekerja dibawa lingkup pemerintah kelurahan sangatlah tidak berimbang.

“Kepala dusun yang bekerja di dalam pemerintahan desa menerima honor sebesar dua juta empat ratus ribu rupiah, sedangkan kepala lingkungan hanya menerima honor sebesar satu juta rupiah. Saya menilai pemkab Labuhanbatu tidak adil dalam hal ini, kadus tersenyum manis sedangkan kepling tersenyum kecut,” katanya.

Menurut Hasyim, lelah dan letih yang dikerjakan oleh kepala dusun dan kepala lingkungan tidaklah jauh berbeda, kedunya memiliki peran dan tupoksi yang sama. Namun anehnya, honor kepala dusun dan kepala lingkungan sangat jauh skala perbandingannya.

“Saya bukan kepala dusun, tetapi saya miris melihat honor kepala lingkungan hanya sebesar itu. Sedangkan kepling mau pun kadus tidak boleh rangkap jabatan atau double job, terima bantuan PKH pun aparatur kelurahan pun tak boleh, tetapi honor sangat minim dibawa UMR, miris sekali,” ungkap mantan Ketua FKPPI Kecamatan Bilah Hilir itu.

Salah seorang kepala lingkungan di Kelurahan Negeri Lama yang tidak bersedia dituilis namanya di pemberitaan dikonfirmasi Sipayo.com dan diminta tanggapannya tentang perbedaan honor kepala lingkungan dan kepala dusun mengatakan di tahun 2020 ini honor mereka akan ditambah.

“Memang jauh kalilah perbandingan honor kami dengan honor kadus bang, tetapi tahun ini katanya akan dinaikkan menjadi satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah bang. Itu yang ada ya itulah dulu yang diterima bang, semoga suatu hari honor kami bisa sesuai dengan UMR bang,” ujar sang kepling tersebut seraya tersenyum kecut seperti jeruk purut. (Joko Warsito)