Terima Pengaduan dari PHL, Komisi 2 DPRD Labuhanbatu Datangi PT Hari Sawit Jaya

Terima Pengaduan dari PHL, Komisi 2 DPRD Labuhanbatu Datangi PT Hari Sawit Jaya

Foto: 2 DPRD Labuhanbatu Parulian Manik ST.

Sipayo.com – Ketua Komisi 2 DPRD Labuhanbatu, H. Fauzi beserta anggotanya mendatangi perusahaan perkebunan PT Hari Sawit Jaya, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (31/03/2020).

Kedatangan wakil rakyat itu terkait adanya menerima pengaduan resmi dari Putra Waruwu (38) pekerja harian lepas (PHL) PT Hari Sawit Jaya Kebun Negeri Lama Selatan (KNS).

“Benar, kita ada menerima pengaduan dari pekerja yang sudah bekerja 6 tahun sebagai pemanen tetapi tidak diangkat menjadi karyawan tetap.

Bahkan laporannya para pekerja itu dipersulit. Maka kita respon langsung laporan itu, karena hal itu melanggar undang-undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003,” kata anggota DPRD Labuhanbatu komisi 2 Parulian Manik ST kepada Sipayo.com via selular yang turut datang ke PT Hari Sawit Jaya.

Terpisah,  Putra Waruwu mengucapkan terimakasih kepada Komisi 2 DPRD Labuhanbatu yang cepat tanggap merespon keluhannya mewakili kawan – kawannya yang selama ini cukup lama bekerja di PT Hari Sawit Jaya tetapi tidak diangkat menjadi karyawan tetap. Bahkan, tambahnya lagi, Putra Waruwu mengaku sudah bekerja 6 tahun tetapi baru sekira 5 bulan dirinya mendapat kartu BPJS.

“Saya atas nama pribadi dan kawan  kawan lainnya mengucapkan terimakasih kepada bapak bapak DPRD itu Pak, kami yang PHL selama ini banyak diliburkan kini kembali dipekerjakan Pak,” ujar Putra Waruwu.

Di kesempatan itu, Putra Waruwu mengaku sangat berterimakasih kepada Ketua Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur (PAWA PATI) beserta anggotanya. Mereka  merespon cepat keluh kesahnya dan membawanya ke kantor DPRD Labuhanbatu guna membuat pengaduan.

Beberapa hari sebelumnya, lanjut Putra Waruwu, dirinya didatangi Ketua PAWAPATI dan 2 orang anggotanya di kediamannya. Ketiganya meminta keterangan tentang pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap pekerja.

Dua hari kemudian, sambungnya, oleh Wakil Ketua PAWAPATI Sabam Sitohang dan anggotanya Edi Syahputra Ritonga S,Pd, ia dan istrinya dijemput dengan mengedarai mobil pribadi dibawa ke DPRD Labuhanbatu menemui komisi 2 guna buat pengaduan.

“Saya bilang saya tidak punya uang Pak, bagaimana saya mau biayai ongkos ke sana (ke kantor DPRD Labuhanbatu), tetapi mereka bilang jangan dipikirkan hal itu, biar kami yang menanggungnya. Saya ucapkan terimakasih sekali Pak atas bantuan mereka tanpa pamrih itu. Saya bangga terhadap mereka yang mau membantu kami yang selama ini tidak menerima ketidakadilan Pak,” ucap Putra Waruwu seraya berlinang air mata.

Terpisah, Sekretaris Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur ( PAWAPATI) Abdul Hasyim Mth ditemui Sipayo.com di kediamannya membenarkan hal tersebut.

“Kami datang ke rumah pekerja itu, selanjutnya kami mengkoordinasikannya dengan anggota komisi 2 Juhartono SP, Ia menyarankan segera membuat laporan resmi ke Komisi 2.  Atas perintah ketua kami, Sekretaris PAWA PATI Sabam Sitohang dan anggota Edy Sahputra Ritonga S,Pd mengantarkan Putra Waruwu menemui Ketua Komisi 2 danmembuat laporan yang autentik,” sebut Hasyim.

Atas nama PAWAPATI, Abdul Hasyim mengucapkan rasa terimakasih kepada Ketua Komisi 2 dan anggotanya yang sigap dan tanggap terhadap keluhan para pekerja yang nasibnya terzolimi oleh perusahaan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua Komisi 2 dan anggotanya yang cepat dan tanggap tanggap adanya pengaduan itu. Tetapi sebenarnya masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, seperti di Kebun Negeri lama Central (KNC), ada karyawan tetap yang dimutasikan bekerja di KNS bukan pada bidangnya.Namanya Pungu Sianipar. Pimpinan perusahaan melakukan intimidasi agar si pekerja tersebut mengundurkan diri. Begitulah cara perusahaan melakukan penekanan jika sudah tidak suka.Masih banyak lagi pelanggaran lainnya.” imbuh Abdul Hasyim mengakhiri. (Joko W Erlambang).