Berdalih Mau Memberi Polisi, Kadus Dusun II Bagan Bilah Pungli Dana BLT

Berdalih Mau Memberi Polisi, Kadus Dusun II Bagan Bilah Pungli Dana BLT

Foto: Suheri, Sudarto dan kawan – kawannya memberikan penjelasan tentang pungli yang dilakukan oleh Kepala Dusun II Desa Bagan Bilah, Kec. Panai Tengah, Kab. Labuhanbatu. (Foto: Joko W).

Sipayo.com – Kepala Dusun II Desa Bagan Bilah, Kecamatan Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu Tupon, kembali berulah dan membuat geram masyarakat dusun tersebut.

Baru beberapa bulan lalu, kepala dusun itu terlibat menggelapkan dana PKH tahun 2017 sampai tahun 2019 bekerjasama dengan Dahman selaku mantan pendamping PKH Desa Bagan Bilah, kali ini Tupon malah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga yang menerima dana bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) sebesra Rp50.000 rupiah terhadap warganya sebanyak 20 orang.

Hal itu dikatakan warga Dusun II Sudarto dan kawan – kawannnya kepada Sipayo,com yang mengaku kesal dan geram melihat perbuatan si kepala dusunnya, Jumat (29/05/2020) di Sei Dondong, Desa Bagan Bilah.

Sudarto menegaskan, satu hari sebelum pencairan dana BLT, ia dipanggil oleh Tupon untuk datang ke rumah salah seorang warga dusun itu dan memberitahukan bahwasannya besok ia mendapat dana BLT sebesar enam ratus ribu rupiah.

“Besok kalau sudah dana itu cair bagikan kepadaku lima puluh ribu, tetapi besok Suriana yang aku suruh mengambil uang itu. Uang itu untuk memberi polisi yang mengawal proses pencairan dana BLT. Daripada kalian capek – capek ke Labuhanbilik, biar aku kutipkan dan aku berikan kepada polisinya yang jadi babinkabtibmas di desa ini,” kata Sudarto menirukan ucapan Tupon.

Di tempat yang sama, Suheri warga dusun yang sama membenarkan apa yang dikatakan oleh Sudarto. “Benar bang, pengakuan Tupon uang itu untuk memberi polisi yang jadi babinkabtibmas di desa ini. Tetapi kami tidak yakin uang itu untuk memberi polisi. Karena setelah kami terima uang siang itu, malam harinya ribut di group WA, lalu uang itu dipulangkan kembali oleh Suriana kepada kami para penerima dana BLT,” imbuh Suheri.

Menjawab Sipayo.com bagaimana cara Tupon meminta uang dimaksud, Suheri mengaku uang lima puluh ribu itu dijeput ke rumah mereka oleh Suriana atas perintah Tupon.

Masih kata Suheri, uang yang dipungli oleh Tupon bekerjasama dengan Suriana sebagian sudah dikembalikan kepada warga yang kena pungli.

“Tetapi masih ada yang belum dikembalikan, mereka yang uangnya tidak dikembalikan akan mengadukan ke aparatur penegak hukum. Apalagi Tupon terkesan menantang dan mengatakan pengaduan mereka akan mentah,”ungkap Suheri dan dibenarkan oleh rekan – rekannya.

Babinkabtibmas Desa Bagan Bilah Aiptu A Sitepu dikonfirmasi Sipayo.com via selular tentang hal itu, dengan tegas mengatakan tidak ada memerintahkan Tupon mengutip uang tersebut atau meminta uang dari warga lewat Tupon selaku kepala dusun.

“Gak bener itu bang, apa pula kita minta – minta uang dari warga. Itu hak mereka apa pula kita minta minta, biar saya konfirmasi kadusnya bang. Terimakasih infonya ya bang,”ujar Aiptu A Sitepu.

Kepala Desa Bagan Bilah Asrul Siregar dikonfirmasi Sipayo.com tentang ada keributan di dusun II soal pengutipan liar yang dilakukan oleh Kadus Dusun II Tupon, Asrul mengaku sudah mendengar kabar itu tetapi tidak mengetahui keabsahannya.

“Kita sudah tanya kepada dia (Tupon) Pak, katanya tidak ada dia mengkutip tetapi diberi. Yang menerima uang itu namanya Suriana Pak. Pastinya saya sudah menghimbau kepada kepala dusun agar jangan melakukan pengutipan apa pun dari warga. Bila perlu diberi pun jangan diterima, itu yang saya sampaikan kepada mereka Pak,”terang Asrul.

Suriana dihubungi via selular dengan nomor handphone 082247681XXX berulangkali tidak bersedia mengangkat panggilan, di sms hingga berita ini dikirim ke redaksi, Suriana tidak berkenan memberikan balasan.

Kepala Dusun II Desa Bagn Bilah Tupon sempat menghubungi wartawan media ini via selular secara singkat, ia meminta bertemu langsung sepulang dari Rantauprapat di Negeri Lama guna mengklarifikasi soal ada perkataan warga yang mengatakan ada kutipan untuk memberi kepada polisi. Namun, hingga malam Tupon tidak kunjung tiba di Negeri Lama. ( Joko W).