Berdalih Tunggu Hasil Visum, Penganiaya Wartawan Tidak Ditangkap Polsek Panai Tengah Labuhanbatu

Berdalih Tunggu Hasil Visum, Penganiaya Wartawan Tidak Ditangkap Polsek Panai Tengah Labuhanbatu

Keterangan foto: Nasruddin wartawan media online Kicau news menunjukkan bibirnya yang pecah akibat korban penganiayaan.

Sipayo.com – Oknum pelaku penganiayaan terhadap seorang insan pers Sahran alias Aran (55) warga Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu terhadap Nasruddin (24) wartawan media online Kicau News.com warga Desa Bagan Bilah, di Kecamatan yang sama hingga saat ini masih tetap melenggang bebas dan tidak tersentuh hukum.

Korban telah membuat laporan resmi ke Polsek Panai Tengah pada hari Rabu tanggal 13 Mei dengan nomor STPL (Surat Tanda Pemerima Laporan) dengan nomor STPL 1451 V/2020/SU/RES-LBH/SEK-P.Tengah dan ditandatangani oleh KA.SPK Aiptu Sistrianto.

Kapolsek Panai Tengah Iptu Abdon melalui Kanit Reskrim Iptu Sahat Lumban Gaol SH menjawab konfirmasi Sipayo.com via WhatsApp Messenger mengapa pelaku belum diproses secara hukum, Minggu (16/05/2020) Sahat mengatakan masih menunggu hasil visum.

Kepala Puskesmas Labuhan Bilik Panai Tengah Irma Suryani S.KM dua hari setelah korban membuat pengaduan ke Polsek Panai Tengah dikonfirmasi Sipayo.com via selular ditanya berapa lama proses hasil visum dikeluarkan, Irmayani mengatakan hasil visum tidak pernah lama.

“Kalau ada minta visum karena penganiyaan itu tidak pernah lama bang, satu atau dua hari sudah selesai, tetapi dari Polsek yang lama mengambilnya,” ungkap Irma.

Terpisah, Nasrudin (korban) merasa kecewa atas kinerja Polsek Panai Tengah yang terkesan memperlambat proses pengaduannya.

“Sudah 6 hari yang lalu saya buat laporan bersama saksi – saksi, tetapi pelaku yang menganiaya saya sampai saat ini tidak ditangkap atau pun diproses oleh Polsek Panai Tengah,” kata Nasruddin ( korban) kepada Sipayo.com, Senin (18/05/2020) via selular.

Menurut Nasruddin, kejadian penganiyaan bermula ketika sepeda motor pelaku yang berhenti tiba-tiba di badan jalan Lintas Desa Sei Rakyat tertabrak olehnya dari belakanh yang saat itu satu arah menuju ke Ajamu Kecamatan Panai Hulu.

Selanjutnya, masih kata Nasrudin, pelaku yang saat itu terjatuh langsung ditolongnya berdiri dan ditanya apanya yang luka kepada pelaku.

”Kami tidak dalam posisi kencang Pak, kalau kami kencang sepeda motor bapak itu dan sepeda motor saya pasti rusak berat Pak. Saya langsung turun cepat dari sepeda motor saya dan menolong pelaku yang saat itu terjatuh dari sepeda motornya dan saya tanya apanya yang luka dan seraya saya langsung mengucapkan kata maaf,” imbuh Nasrudin.

Pada awalnya, lanjut Nasrudin, pelaku tidak marah dan mengaku tidak apa – apa. Tetapi, sambungnya lagi, saat anak dan menantunya pelaku datang ke tempat itu menyebutkan ia seorang seorang wartawan dan menuding kerja wartawan hari mencari kesalahan orang saja. Pelaku langsung marah dan memegang baju rekan korban, Junaidi (saksi) dan berupaya melakukan pemukulan.

“Saat rekan saya mau dipukul saya lerai Pak, lalu saya katakan jangan dikaitkan dengan profesi wartawan masalah ini. Karena kami sudah minta maaf dan berupaya membawa bapak itu berobat tetapi ditolak. Lalu pelaku tiba – tiba berbalik menyerang saya, mulut saya ditinjunya hingga pecah dan mengeluarkan darah Pak,” terang Nasrudin,”

Mirisnya lagi, tambahnya, menantu pelaku yang bernama Muhyar datang ke tempat itu lalu menghidupkan sepeda motornya dan menyuruh korban dan rekannya tidur di aspal dan mau gantian ditabraknya.

“Tidur kalian di aspal itu, biar aku tabrak gantian kalian,” sebut Nasruddin menirukan ucapan Muhyar.

“Kalau gak senang, mengadu kalian ! Kemana pun aku gak takut. Jangan kalian pikir wartawan itu hebat. Aku pun punya keluarga polisi, gak bakal aku bisa ditangkap,”timpal pelaku menyahuti ucapan Muhyar. ( Joko W.).