Demi Tercapai Out Put, PT HSJ Ijinkan Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Demi Tercapai Out Put, PT HSJ Ijinkan Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Foto: anak di bawah umur turut bekerja di Blok 13 Divisi V Kebun KNS PT Hari Sawit Jaya.

Sipaya.com – Demi tercapainya basis panen dan out put dalam hasil panen buah kelapa sawit, perusahaan perkebunan PT Hari Sawit Jaya ( Asean Agri) mengijinkan pekerja bagian pemanen membawa anak – anaknya yang masih di bawah umur bekerja di lapangan.

Hal itu terbukti pada, Jumat (8/05/2020) saat beberapa wartawan melakukan penelusuran langsung ke lokasi kerja di divisi V Blok HI 13 Kebun Negeri Lama Selatan PT Hari Sawit Jaya.

“Saya dan rekan saya langsung turun ke lapangan dan menemukan pekerja panen yang membawa anak untuk dipekerjakan di bawah umur,”kata Wakil Ketua PAWA PATI Sabam Sitohang kepada Sipayo.com , Minggu (10/05/2020) di Bilah Hilir.

Mirisnya, lanjut Sabam, saat pekerja yang membawa anak difoto dan direkam dengan video manual, Asisten panen Arlen Hutahaean yang ada di lokasi kerja langsung memanggil karyawan pemanen tersebut untuk melakukan aksi perlawanan terhadap mereka.

Bahkan, masih kata Sabam, Arlen berusaha membenturkan antara pekerja dengan wartawan yang meliput di lokasi tersebut.

“Nyaris terjadi adu fisik antara kami dengan pekerja akibat ucapan asisten lapangan si Arlen Hutahaean yang membenturkan kami dengan pekerja,” ujar Sabam.

Ironisnya lagi, tambah Sabam, asisten beserta mandor kebun tersebut diduga memprovokasi pekerja untuk meneken tanda tangan agar salah seorang pekerja bernama Putra Waruwu di keluarkan dari perusahaan karena dianggap sebagai informan wartawan.

“Padahal Putra Waruwu tidak ada memberikan laporan apa pun kepada kami. Tetapi Asisten dan mandor kami duga keras memprovokasi para pekerja yang berdomisili di Blok FG kebun KNS untuk mengintimidasi Putra Waruwu,” sebut Sabam.

Sebelumnya, Putra Waruwu kepada Sipayo.com juga membenarkan dirinya sudah bekerja 6 tahun sebagai pemanen tetapi tidak diangkat menjadi karyawan tetap karena hasil kerjanya tidak sama dengan karyawan panen lainnya.

“Saya bekerja hanya dengan istri saya, sedangkan pekerja yang lain bersama istri dan anak – anaknya. Bagaimana mungkin hasil bisa sama Pak. Coba sama – sama pakai 1 gerdang ( kawan kerja) tidak akan kalah hasil kerja saya dengan pekerja panen lainnya. Tetapi perusahaan membiarkan pekerja membawa anak – anak agar tercapai out putnya,” ungkap Putra Waruwu.

Putra Waruwu juga mengakui ada intimidasi yang dilakukan oleh mandor dan asisten terhadap dirinya karena berbicara tentang keadaan dirinya yang dimarginalkan.

Laporan yang diterima dan investigasi yang dihimpun oleh Sipayo.com dari beberapa pekerja di kebun itu, pekerja yang membawa anak- anak di bawah umur bukan hanya di unit KNS, tetapi di KNC (Kebun Negeri Lama Central) KNU (Kebun Negeri Lama Utara).

Ketua PUK SPSI PT Hari Sawit Jaya Saldi Tanjung, dikonfirmasi Sipayo.com mengatakan sudah ada kesepakatan antara serikat pekerja dan perusahaan tidak membolehkan pekerja membawa anak di bawah umur untuk bekerja.

Terpisah, Kabid Hukum PAWA PATI Yusnita Saragih SH, kepada Sipayo.com dengan tegas mengatakan ipekerja membawa anak untuk turut membantu panen itu jelas kesalahan perusahaan.

“Serikat pekerja dan perusahaan telah membuat kesepakatan, kalau kesepakatan itu dilanggar itu kesalahan perusahaan bukan salah serikat pekerja. Jika ada pekerja membawa anak di bawah umur mengapa oleh asisten dan Kerani atau mandor dibiarkan. Karena asisten serta kerani ingin mengejar hasil pendapatan lebih besar tercapai out put yang mereka harapkan,” imbuh Yusnita.

Manajer Kebun Negeri Lama Selatan (KNS) Moris Tambunan dikonfirmasi Sipayo.com via WhatsApp dan dikirimi foto mengaku tidak tahu menahu soal Poto tersebut dan mengaku tidak ada perusahaan mempekerjakan anak di bawah umur.

Saat ditanya kembali sesuai informasi yang di dapat, apakah asisten dan kerani panen atau mandor tidak mengetahui pekerja membawa anak atau sengaja dibiarkan agar tercapai out putnya? Moris malah berkilah kalau hanya informasi siapa pun bisa dan memberikan jawaban yang tidak ada coneksinya.

“Kalau hanya dengar saja, Bang, semua pun bisa. Anggota polsek pun dapat info Narkoba banyak disini katanya. Saya akan tetap berusaha supaya karyawan bekerja sesuai aturan dan tidak kena Covid 19, Bang. Dan seperti yg kusampaikan sebelumnya disini jg ada serikat yg membantu mengawasi, nama ketuanya Pak Saldi, Bang,” balas Moris kepada Sipayo.com melalui via WhatsApp. (Joko W).