Emak-emak: Kalau Dikasih 200 Ribu Baru Mau Kami Pulang, Oknum PKH akan Dilapor

Emak-emak: Kalau Dikasih 200 Ribu Baru Mau Kami Pulang, Oknum PKH akan Dilapor

Foto: Kepala dinas sosial saat memberikan jawaban

Sipayo.com – Emak-emak Warga Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang menggeruduk kantor Bupati Senin (11/5/2020) sekitar pukul 13.00 Wib sepakat pulang jika mereka diberikan uang  200 ribu perorang.

Karena untuk menuju kantor bupati dengan tujuan menemui bupati juga mempunyai modal agar tiba di Kantor Bupati.

“Kalau orang bapak-bapak mengusir kami dari sini kasih kami uang 200 ribu perorang. Bukan tak beralasan kami meminta uang. Kalau kami pulang ogkos buat pulang juga tidak ada. Jadi kasih lah kami, biar pulang kami. Kami berharap,” kata Boru Rambe.

Jika diberikan kepada kami dalam pemberian uang tersebut kami merasa terbantu.

“Kasih lah pak, butuh sekali kami pak. Bapak lihat uang saya didompet ini tinggal empat ribu lagilah ini pak. Untuk ongkos pun tidak cukup. Apa orang bapak sanggup biar tidak usah ketemu bupati pun kami tak apa,” bilangnya.

Namun proses lobi-lobi yang ditawarkan emak-emak tak berespon pada sejumlah pejabat yang berada di lokasi. Mereka hanya terdiam tanpa merespon tawaran para emak-emak.

Padahal beberapa pejabat penting dipemkab Labuhanbatu terpantau banyak. Seperti Kadis sosial, Kasat Pol PP, Camat Rantau Utara, Lurah Padang Bulan, jika permintaan emak-emak tersebut dikabulkan hanya merogo kocek berkisar 2 juta lebih.

Oknum PKH akan Dilapor

Paramadi Harahap yang merupakan aktivitas di Labuhanbatu menuding salah seorang oknum Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah menyembunyikan ATM salah seorang penerima PKH di Labuhanbatu.

Padahal informasi itu sudah diberitahukannya kepada Kepala Bidang sosial agar hal itu dapat ditindak lanjuti. Namun hal itu tak digubris pihak yang berwenang. Sayangnya Paramadi tidak merincikan oknum pendamping PKH itu daerah mana dan siapa oknumnya.

“Pak Kabid kemari kau dulu biar didegar pak kadis bahwa pernah saya laporkan salah seorang pendamping PKH menahan ATM yang menerima PKH, apa boleh seperti itu,” bilang Paramadi.

Atas ocehan Paramadi kepala dinas sosial Nazaruddin Harahap menantang Paramadi untuk melaporkan hal itu kedinasnya dalam bentuk tertulis Jagan hanya cakap saja.

“Saya tunggu laporannya dalam bentuk tertulis jika sudah ada, sama-sama kita melaporkannya ke Polres Labuhanbatu. Kami tunggu,” sebut Nazaruddin.(Abi)