Gara-gara PT HSJ, Warga dengan Warga jadi Ricuh

Gara-gara PT HSJ, Warga dengan Warga jadi Ricuh

Keterangan foto: Truck Tangki Pengangkut CPO PT Hari Sawit Jaya Pemicu kerusakan jalan Dusun Sei Mambang Hilir 2 Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. (Foto: Joko W)

Sipayo.com – Keributan kecil akibat kesalahpahaman terjadi sesama warga Sei Mambang Hilir 2 Simpang Sawit Jaya Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu sekira pukul 10.O0 WIB, Sabtu (16/05/2020).

Terjadinya keributan itu disebabkan pro kontra sesama warga setempat pada saat armada perusahaan perkebunan PT Hari Sawit Jaya membawa material untuk menimbun jalan yang berlubang di dusun itu.

Anggota BPD Sei Tampang Rimba Sianturi bersama beberapa warga lainnya menolak perusahaan menimbun jalan rusak tersebut. Sedangkan beberapa warga setempat mengijinkan jalan tersebut diperbaiki oleh pihak perusahaan.

Foto: Beberapa warga membawa spanduk tentang aturan jalan Kelas 3 C di lokasi jalan yang berlubang.

Alasan Rimba dan warga lainnya, kerusakan Jalan Dusun Sei Mambang Hilir 2 Desa Sei Tampang menuju Desa Sidomulyo mengalami kerusakan disebabkan truck angkutan PT Hari Sawit Jaya yang tonase muatannya over kapasitas.

Menurut Rimba kepada Sipayo.com, penolakan penimbunan jalan itu bukan karena ada kepentingan pribadi. Tetapi ia dan warga lainnya berharap perbaikan jalan itu dilakukan secara maksimal bukan asal jadi.

“Jalan ini dulu bagus dan sudah diaspal, tetapi rusak jalan ini dikarenakan armada perusahaan yang mengangkut CPO, membawa inti dan angkutan yang membawa kelapa sawit dari luar ke perusahaan tersebut melebihi tonase. Akibatnya rusak jalan ini, mengaspal jalan ini pakai uang rakyat, bukan uang pribadi perusahaan, tetapi mereka yang membuat rusak jalan ini,” ujar Rimba.

Bila jalan tersebut mau diperbaiki, lanjut Rimba, jangan asal jadi dan penimbunan jalan jangan hanya seperti menabur bedak di pipi.

“Kita meminta jalan ini ditimbun dan dipadatkan kembali secara maksimal. Jangan cuma yang berlubang saja yang ditimbun, tetapi timbunlah semua jalan yang rusaj. Kalau pun ditimbun jangan cuma ditimbun seperti menabur tepung, buatlah bagus penimbunannya dan lakukanlah pemadatan. Tetapi tindakan kami dikira karena ada kepentingan pribadi menahan armada perusahaan. Itu tidak benar. Harapan kami jalan itu diperbaiki secara maksimal bukan asal – asalan, karena semua yang melintasi jalan ini turut merasakan kalau jalan ini bagus kembali,” sebut Francis Marbun warga setempat menimpali ucapan Rimba.

Di tempat yang sama, warga yang sama Dayus Tambunan mengatakan perusahaan sudah pernah berjanji dengan warga akan memperbaiki jalan itu bekerja sama dengan Pemkab Labuhanbatu dari Dinas Bina Marga.

“Tetapi janji mereka tidak pernah ditepati. Perusahaan sudah berulang kali melakukan pembohongan. Kita tahan perusahaan menimbun jalan ini, biar pemerintah yang memperbaiki jalan ini. Biar tahu pemerintah jalan ini rusak karena PT HSJ. Jalan ini kelas 3 C, kapasitasnya 8 ton, tetapi angkutan perusahaan melebihi kapasitas, jalan rusak, dinding rumah warga sini banyak yang beretakan akibat getaran ketika armada perusahaan melintas,” ungkap Dayus.

Kepala Desa Sei Tampang Muhammad Asmui yang datang ke lokasi mengatakan, jika warga keberatan perusahaan menimbun jalan yang rusak diminta untuk membuat pernyataan secara tertulis.

“Sebagian warga bersedia jalan itu diperbaiki oleh perusahaan, sebagian tidak. Jika memang warga menolak jalan ini diperbaiki perusahaan silahkan buat pernyataannya secara tertulis,’imbuh Asmui.

Kendati demikian, Asmui berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi atau tuntutan warga kepada perusahaan.

“Aspirasi atau tuntutan warga akan saya sampaikan ke perusahaan dan segera kita musyawarahkan. Kalau soal tonase yang berlebihan dan diminta diterapkan sesuai kapasitas jalan akan kita musyawarahkan. Karena jangan ada tebang pilih, karena truck yang mengangkut sawit ke RAM Naga Tutur ( anggota dewan) juga melebihi tonase. Dia warga sini juga, apa berani dan bisa peraturan yang kalian minta itu dijalankan,” papar Asmui.

Pantauan Sipayo.com di lapangan, beberapa orang emak – emak sempat mengamuk dan mendatangai Rimba Sianturi dan warga lain yang sedang berkumpul di sebuah warung di simpang jalan tersebut.

“Kenapa kalian keberatan jalan itu diperbaiki dan ditimbun perusahaan, kalau truck yang mengangkut sawit terguling di jalan berlubang itu, mau kalian bertanggungjawab memperbaikinya,” sebut seorang emak – emak kepada Rimba Sianturi dengan berbahasa Batak.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Krisnat Indarto SE,MH dihubungi Sipayo.com adanya keributan kecil di Dusun Sei Mambang Hilir 2 langsung menurunkan personilnya guna mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan.

“Terimakasih infonya Mas, kita turunkan personil kita kesana,” tukas Krisnat. (Joko W)