Kadang Rokok Saya Dihutang Setelah Ditagih Orangnya tidak Terlihat

Kadang Rokok Saya Dihutang Setelah Ditagih Orangnya tidak Terlihat

Foto: Megawati Sitorus Pane

Sipayo.com – Megawati Sitorus pane (49) warga pajak gelugur, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara hampir 20 tahun menjual rokok di seputaran Kota Rantauprapat.

Dia menekuni usahanya itu lantaran kehidupan sehari-harinya harus dipenuhinya. Selain dia ia juga menghidupi dua orang anak yang tinggal bersamanya.

Pada pukul 14.00 Wib ia pun bergegas dari rumahnya untuk mengelilingi kota Rantauprapat untuk berjualan rokoknya hingga berakhir pada pukul 3.00 Subuh.

“Semenjak adanya Corona pengahasilan saya menurun drastis. Sebelum adanya Corona bisa mendapatkan 100 Ribu Rupiah. Namun Karena Covid-19 hanya mendapatkan 50 ribu perharinya,” kata Mega saat diwawancarai Sipayo.com Minggu (10/5/2020) Sekitar pukul 12.30 Wib.

Katanya, semenjak masa corona ia sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal rumah yang ditempatinya rumah yang disewa.

“Aku rasa pantaslah saya mendapatkan bantuan pemerintah. Kenapa? Rumah saya menyewa. Saya janda,pekerjaan saya jual rokok inilah. Memang baru-baru ini kartu keluarga saya antar kekantor lurah. Tapi sampai sekarang belum dapat,” keluh Mega.

Dalam penjualan rokok itu, sukanya melihat orang dikeremaian saat menjual rokok. Maklum lah saya kan baru ditinggal suami sekitar dua tahun. Jadi kalau melihat orang ramai-ramai saya senang,” bilang Mega.

Dukanya, dalam penjualan rokok terkadang para pembeli menghutang. Setelah diberi dan janji esok hari dibayar tapi keesok harinya tidak bertemu lagi. “Ya dukanya seperti itulah yang saya rasakan,” bilangnya.(Abi)