Ongkos SPSI Lebih Mahal dari Ongkos Bot di Tj Sarang Elang, Penumpang dan Tekong Mengeluh

Ongkos SPSI Lebih  Mahal dari Ongkos Bot di Tj Sarang Elang, Penumpang dan Tekong Mengeluh

Keterangan foto: tampak sepeda motor disusun berbaris di haluan bot.

Sipayo.com – Ongkos penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu menuju ke Pelabuhan Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah atau juga sebaliknya sebesar Rp600.000 (Ena ribu rupiah) dianggap sebuah kewajaran.

Tetapi, ongkos menurunkan sepeda motor dan menaikkan sepeda motor dari bot yang dilakukan oleh anggota SPSI –SPTI dianggap tidak wajar. Pasalnya, ongkos muat menurunkan dan menaikkan sepeda motor dari bot lebi mahal dari ongkos penyeberangan.

“Ongkos menyeberang hanya enam ribu rupiah, lah ongkos menurunkan kereta (sepeda motor) ke bot tujuh ribu rupiah, ongkos menaikkan juga segitu bang. Itu kereta kecil, kereta besar sepuluh ribu rupiah. Kan gak wajar bang,” kata Agus salah seorang penumpang bot yang baru menyeberang dari pelabuhan Labuhanbilik naik di pelabuhan Tanjung Sarang Elang kepada Sipayo.com, Senin (25/05/2020).

Menurut Agus, seharusnya jika bongkar muat itu dilakukan oleh SPSI tentu ada ketentuannya yang diatur di dalam anggaran dasar rumahtangga SPSI soal angkut barang, bukan sesuka hati mereka membuat biaya. Selain itu tambahnya, setelah dibangun pelabuhan itu secara permanen oleh pemerintah, menurunkan sepeda motor mau pun menaikkan tidak lagi sulit seperti dulu.

“Kalau dulu masih berbentuk tangkahan dari kayu mereka sulit menurunkan dan menaikkan sepeda motor, tetapi kalau sekarang, penumpang pun busa menaikkan sendiri sepeda motor ke bot. Satu hal yang saya herankan hal ini sudah berlangsung lama kok gak ada teguran dari aparat terkait,” ujar Agus.

Salahseorang tekong bot yang tidak bersedia ditulis namanya di pemberitaan mengaku keberatan atas kerja SPSI yang lebih memahalkan ongkos bot dari ongkos bongkar muat sepeda motor penumpang.

“sebenarnya kami pun keberatan bang, tetapi apa mau kami buat, gak ada hak kami mencampuri urusan itu. Padahal resiko tinggi sama kami yang menyeberangkan bang, tetapi ongkos menurunkan sepeda motor dan menaikkan sepeda motor lebih mahal. Kami menyeberangkan pakai minyak dan memikirkan keselamatan penumpang. Saat ini banyak para pengendara sepeda motor yang rela berkeliling lewat jalan Sei Rakyat ke Labuhanbilik maupun ke sungai berombang bang, karena ongkos menyeberang PP ( pulang pergi ) bawa sepeda motor  50 ribu sampai 70 ribu bang. Sedangkan kalau mereka berkeliling 30 ribu sudah cukup untuk PP bang,” imbuh tekong tersebut dengan logat bahasa panenya.

Tekong itu menjelaskan, akibat mahalnya ongkos muat naik turun sepeda motor ke bot, penumpang yang menyeberang membawa sepeda motor kini cukup jauh berkurang.

“Ini agak lumayan sewa karena lebaran bang, kalau hari biasa sudah cukup sepi. Apalagi nanti kalau jalan dari Sungai Rakyat sampai Labuhanbilik sudah dirabat beton bang, hajablah pendapatan kami bang, rela orang berputar karena mahalnya ongkos muat naik turun sepeda motor,” sebut tekong itu. (Joko W Erlambang).