Panggilan Komisi 2 DPRD Labuhanbatu Tidak Digubris PT Hari Sawit Jaya

Panggilan Komisi 2 DPRD Labuhanbatu Tidak Digubris PT Hari Sawit Jaya

Keterangan Foto: Anak – anak di bawah umur turut bekerja memanen kelapa sawit di Divisi 5 KNS PT Hari Sawit Jaya.

Sipayo.com-Komisi 2 DPRD Labuhanbatu memanggil perusahaan perkebunan raksasa  PT Hari Sawit Jaya (Asean Agri Group)  yang berlokasi di Desa Sidomulio, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Namunpanggilan wakil rakyat itu tidak digubris oleh pihak perusahaan perkebunan milik Raja Garuda Mas (RGM) Soekanto Tanoto.

Adapun  tujuan pemanggilan itu guna rapat dengar pendapat (RDP) terkait adanya laporan dari LSM BIN ( Badan Investigasi Nasional), Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur (PAWAPATI) serta pemberitaan   Sipayo.com tentang anak di bawah umur ikut dipekerjakan  memanen buah kelapa sawit di Divisi 5 PT Kebun Negeri Lama Selatan (KNS) PT Hari Sawit Jaya.

“Pada tanggal 14 Mei pihak perusahaan kita panggil secara tertulis untuk RDP, tetapi pihak perusahaan tidak  datang,” kata anggota komisi  2 DPRD Labuhanbatu Juhartono SP kepada Sipayo.com, via selular Selasa (19/05/2020).

Ditanya, apa langkah selanjutnya dengan ketidakhadiran pihak perusahaan memenuhi panggilan tersebut, Juhartono menegaskan panggilan kedua akan dilayangkan kepada pihak perusahaan.

“Pasti kita panggil kembali bang, tetapi habis lebaranlah. Akan tetap kita lanjuti masalah itu bang, karena itu pelanggaran undang – undang,” ujar Juhartono.

Beberapahari sebelumnya, hal senada juga dikatakan anggota komisi 2 DPRD Labuhanbatu Parulian Manik ST kepada Sipayo.com via selular.

“Pasti akan kita panggil kembali untuk RDP, karena mempekerjakan anak di bawah umur itu pidana. Hal itu sesuai undang- undang tenaga kerja pasal 68 nomor 13 tahun 2003,” sebut Parulian Manik.

Parulianmenegaskan, mempekerjakan anak di bawah umur ada yang diperbolehkan sesuai aturan waktunya yang ditetapkan oleh pemerintah. Tetapi, lanjut Parulian, mempekerjakan anak dibawah umur karena untuk mendapat basis panen atau mengejar out put, itu tidak dibenarkan, Itu eksploitasi namanya,” imbuhnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Ketua PUK SPSI PT Hari Sawit Jaya Saldi Tanjung, dikonfirmasi Sipayo.com mengatakan sudah ada kesepakatan antara serikat pekerja dan perusahaan tidak membolehkan pekerja membawa anak di bawah umur untuk bekerja.

Terpisah, Kabid Hukum PAWA PATI Yusnita Saragih SH, kepada Sipayo.com dengan tegas mengatakan ipekerja membawa anak untuk turut membantu panen itu jelas kesalahan perusahaan.

“Serikat pekerja dan perusahaan telah membuat kesepakatan, kalau kesepakatan itu dilanggar itu kesalahan perusahaan bukan salah serikat pekerja. Jika ada pekerja membawa anak di bawah umur mengapa oleh asisten dan Kerani atau mandor dibiarkan. Karena asisten serta kerani ingin mengejar hasil pendapatan lebih besar tercapai out put yang mereka harapkan,” imbuh Yusnita.

ManajerKebun Negeri Lama Selatan (KNS) Moris Tambunan dikonfirmasi Sipayo.com via WhatsApp dan dikirimi foto mengaku tidak tahu menahu soal poto tersebut dan mengaku tidak ada perusahaan mempekerjakan anak di bawah umur.

Saat ditanya kembali sesuai informasi yang di dapat, apakah asisten dan kerani panen atau mandor tidak mengetahui pekerja membawa anak atau sengaja dibiarkan agar tercapai out putnya? Moris malah berkilah kalau hanya informasi siapa pun bisa dan memberikan jawaban yang tidak ada coneksinya.

“Kalau hanya dengar saja, Bang, semua pun bisa. Anggota polsek pun dapat info narkoba banyak disini katanya. Saya akan tetap berusaha supaya karyawan bekerja sesuai aturan dan tidak kena Covid-19, Bang. Dan seperti yang kusampaikan sebelumnya disini juga ada serikat yang membantu mengawasi, nama ketuanya Pak Saldi, Bang,” balas Moris kepada Sipayo.com melalui via WhatsApp. (Joko W)