Pencarian di Hari Ketiga, Mahasiswa Yang Hanyut di Labuhanbatu Ditemukan Dalam Keadaan Tewas

Pencarian di Hari Ketiga, Mahasiswa Yang Hanyut di Labuhanbatu Ditemukan Dalam Keadaan Tewas

Ratusan warga berduyun mendatangi rumah korban di Dusun I Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kab. Labuhanbatu, Kamis (28/05/2020). (Foto: Joko W)

Sipayo.com – Proses pencarian oleh tim SAR yang terdiri dari Polsek Panai Tengah, Angkatan Laut, BPBD Labuhanbilik dan dibantu warga setempat selama 3 hari akhirnya membuahkan hasil.

Muhammad Yusri (20) warga Dusun Abadi I Desa Tanjung sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu yang berstatus sebagai mahasiswa yang tenggelam di kuala Beting Pane, Selasa ( 26/05/2020) ditemukan sudah dalam kondisi tewas.

“Korban ditemukan di Sei Bunga tadi sekira pukul 13.30.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia di Desa Sei Pegantungan dalam kondisi terdampar ke daratan,” kata Kades Tanjung Sarang Elang Ahmad Fauzi kepada Sipayo.com, via selular,Kamis (28/05/2020)

Menurut Ahmad Fauzi, jenazah korban dapat ditemukan setelah menerima informasi dari nelayan yang melihat ada mayat yang terdampar di tepian sungai Sungai Bunga, persisnya di dekat ujung pulau Anggo Sei Berombang.

“Begitu kita dapat informasi itu, kita bersama tim SAR dan Kapolsek Panai Tengah beserta anggotanya langsung meluncur ke lokasi. Ternyata informasi itu benar. Kita segera evakuasi mayat tersebut dan kita bawa pulang ke rumah orang tuanya dan segera dikebumuikan hari ini juga,” ujar Fauzi.

Kondisi Korban Mhd Yusri (20) ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di Sungai Bunga Desa Sei Pegantungan, Kamis (28/05/2020).

Sebagaimana diberitakan di beberapa media, peristiwa ini bermula ketika korban bersama rekannya sekira pukul 12.30 WIB, Selasa (28/05/2020) berangkat ke Beting Kuala Pane Sungai Bilah menggunakan bot dengan tujuan mandi – mandi.

Sekira pukul 14.00 WIB, di tengah perjalanan, kapal bot yang dinaiki korban kandas di beting. Sehingga kapal bot tersebut tidak bisa sampai di beting kuala pane.

Selanjutnya, korban bersama 2 orang temannya Ahamd Rizky dan Ali Guntur berenang menuju Beting Kuala Pane yang berjarak 15 meter dari bot. Ahmad Rizky kembali berenang ke bot karena tidak sanggup, sedangkan korban dan Ali Guntur meneruskan berenangnya ke beting pane.

“Sesampai di tengah, korban memanggil temannya Ali Guntur minta ditunggu. Saat itu Ali Guntur menoleh ke belakang, akan tetapi korban sudah tidak terlihat lagi. Kemudian Ali berenang ke tepi dan korban sudah nampak tenggelam dibawa arus pasang,” ujar kapolsek PanaiTengah Iptu Hendi A Silalahi kepada wartawan.

Pantauan Sipayo.com di sekitar rumah korban, tampak ratusan warga datang berduyun turut melayat sekaligus ingin tahu bagaimana kondisi korban dan dimana ditemukan. Sedangkan orang tua korban dan sanak familynya tidak mampu menahan tangis. Suara isak tangis pun pecah di tempat itu. ( Joko W).