Rahmat Sukri: Bersedekah Hukumnya Lebih Pasti Dari Hukum Rotasi Bumi

Rahmat Sukri: Bersedekah Hukumnya Lebih Pasti Dari Hukum Rotasi Bumi

Foto: Ketua DPAC Granat Bilah Hilir Beni Ismail akrab disapa Adek sedang membagi Takzil kepada warga yang melintas di Jalan Lintas Negeri Lama Kota, Kecamatan Bilah Hilir, Minggu (17/05/2020). (Foto: Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Berapa kali hitungan bumi berputar (rotasi) mengelilingi matahari dan hukum gravitasi bumi tidak ada disebutkan secara spesifik di dalam Al Qur’an. Tetapi, hitungan atau hukum bersedekah secara spesifik telah disebutkan oleh Allah SWT.

Hal itu dikatakan Sekretaris DPAC Granat Bilah Hilir Rahmat Sukri S. Pd kepada Sipayo.com, Minggu (17/05/2020) di tepi Jalan Lintas Negeri Lama seusai acara membagi 300 takzil bersama pengurus DPAC Granat Bilah Hilir kepada warga yang melintas.

“Di dalam Al Qur’an hukum gravitasi bumi dan rotasi bumi tidak ada disebutkan secara detail. Tetapi hukum bersedekah Allah dengan tegas menjabarkan hal itu di dalam Surah Al-Baqarah. Allah berfirman, Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” kata Rahmat bak Ustad Abdul Somad.

Rahmat Sukri menegaskan, adapun tujuan berbagi takzil itu, tidak lain hanya untuk bersedekah dan meningkatkan kepedulian Granat kepada masyarakat dan tiada jenuh untuk terus meneriakkan ‘perang’ terhadap narkoba.

Rahmat menegaskan, berbuat baik mau pun berbuat buruk tetap ada balasannya dari Allah SWT. Bersedekah itu, lanjut Rahmat, tidak akan membuat kita jadi miskin, akan tetapi rezeki kita akan dibalas Allah dengan berlipat ganda.

Di tempat yang sama, Ketua DPAC Granat Bilah Hilir Beni Ismail akrab disapa Adek yang belum lama dangkat menjadi ketua Granat Bilah Hilir mengatakan, sebuah perbuatan baik bukan diukur dari besaran jumlahnya, akan tetapi berbuat baik bertujuan mencari ridho Allah SWT dan berbagi kepada sesama dengan kemampuan yang ada.

“Jangan takut miskin karena bersedekah, pada dasarnya bersedekah sama dengan memberikan hutang kepada Allah. Tetapi Allah tidak mau dihutangi, Allah langsung bayar, sedekah senyum dibalas senyum, sedekah do’a dibalas do’a, sedekah yang dibalas dengan uang. Yakinlah, walau pun sepotong roti yang engkau berikan, Allah akan balas kebaikanmu dengan rezeki yang dilipatgandakan. Itu janji Allah, karena Allah tidak pernah ingkar akan anjinya. Hanya manusia yang selalu ingkar janji,” sebut Beni Ismail.

“Di dalam Surah Al-Baqarah Allah berfirman, siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,” timpal Rahmat Sukri kembali. (Joko W. Erlambang).