Izin Tak Ada, Retribusi Penagkaran Sarang Burung Walet di Labuhanbatu Tetap Dikutip

Izin Tak Ada, Retribusi Penagkaran Sarang Burung Walet di Labuhanbatu Tetap Dikutip

Foto: Kantor Dinas Pendapatan Labuhanbatu

Sipayo.com – Meski izin penagkaran sarang burung Walet di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara belum ada yang memiliki namun retribusi untuk pajak tetap dikutip melalui Dinas Pendapatan.

Hal itu terungkap ketika UPT Dinas Pendapatan Panai Tengah berinesial Skt membeberkan atas Oknum yang melakukan pengutipan retribusi itu melalui dinas pendapatan.

“Saya memang di UPT dinas pendapatan Panai tengah.Tapi yang mengutip bukan saya melainkan dari dinas pendapatan Ksm Cs. Meskipun saya UPT disini kerja saya hanya mendampingi mereka ketika mereka melakukan pengambilan retribusi,” kata Skt saat di konfirmasi Sipayo.com (17/6/2020).

Katanya,dari pengambilan retribusi yang dilakukan Dinas Pendapatan memang ditahun 2020 ini belum ada dilakukan. Tapi ditahun 2019 pihak dinas pendapatan tetap melakukan pengutipan retribusi terhadap penagkaran sarang burung walet.

“Saat saya menemani,biasanya pengutipan yang dilakukan Dinas pendapatan berpariasi persarang burung walet. Ada 500 ribu. Tapi berpariasi lah,” ungkap Skt.

Ditambahkannya, dalam melakukan pengutipan biasanya dinas pendapatan mempunyai bukti kwitansi yang telah disediakan dinas pendapatan. Jika tidak ingin dikutip langsung melakukan pembayaran melalui pihak Bank.

“Saat ini saya sudah tidak menjabat lagi sebagai UPT, baru saja. Kini jabatan saya sudah di Plt kan, kalau tidak silap bernama Anwar pengganti saya dari dinas pendapatan,” sebut Skt.

Sementara itu Kepala Bidang pengendalian evaluasi Pendapatan Labuhanbatu bernama Komarrudin di Konfirmasi melalui via WhatsApp belum menjawab terkait besaran target pendapatan ditahun 2019. Ditemui dikantornya juga tidak berada dikantor.

Diberitakan sebelumnya, menjamurnya penagkaran sarang Burung Walet di Labuhanbatu seperti di Kecamatan Panai Tengah dan Panai Hilir ternyata sama sekali tidak mempunyai izin dari Pemerintah semenjak tahun 2017 hingga sekarang.

Padahal meski melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mempunyai persyaratan jika mendirikan penagkaran sarang burung walet harus mempunyai izin dari pemerintah.

“Dari tahun 2017 sampai sekarang izin penagkaran sarang burung walet tidak ada di Labuhanbatu.Tapi informasi yang diberikan akan kita tindak lanjuti,” kata Heri selaku Kasi Pelayanan Didinas DPMPTSP, Kamis (18/6/2020) pada Sipayo.(Abi Pasaribu)