Aparatur Desa Sei Pelancang Tersenyum Manis Dapat BLT DD, Warga Penerima BST Dari Kabupaten Bakal Menangis

Aparatur Desa Sei Pelancang Tersenyum Manis Dapat BLT DD, Warga Penerima BST Dari Kabupaten Bakal Menangis

Foto: Kantor Kades Sei Pelancang, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Sipayo.com – Atas kebijakan Kepala Desa Sei Pelancang, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Parulian Situmorang yang melanggar regulasi memberikan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) kepada seluruh aparatur desanya termasuk BPD tentunya menimbulkan senyum manis bagi aparaturnya.

Tetapi kebijakannya itu akan menimbulkan tangis bagi warganya sebanyak 21 orang yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai dari APBD Kabupaten Labuhanbatu.

Pasalnya, dana BLT DD sebesar Rp600.000 (enam ratus ribu rupiah) akan diterima setiap bulannya selama tiga bulan. Kemudian selama tiga bulan ke depan warga penerima BLT DD akan menerima bantuan sebesar Rp 300.000 perbulannya.

Sedangkan dana BST (Bantuan Sosial Tunai) dari APBD Kabupaten Labuhanbatu yang rencananya Senin (22/06/2020) dikucurkan ke desa – desa akan diterima oleh warga dengan nominal hanya sebesar Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah).

“Artinya penerima BLT DD menerima dana sebesar 2 juta 7 ratus ribu rupiah selama enam bulan. Itu sudah ditetapkan oleh menteri keuangan. Sedangkan penerima BST dari Kabupaten hanya 3 ratus ribu rupiah dan belum pasti bantuan itu akan berkelanjutan selama 6 bulan seperti bantuan BST dari pusat dan BLT DD,” kata Sekretaris Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur (PAWAPATI) Abdul Hasyim Mth kepada Sipayo.com, Kamis ( 18/06/2020) di Bilah Hilir.

Hasyim menegaskan, tindakan Kepala Desa Sei Pelancang Parulian Situmorang memberikan BLT DD kepada perangkat desanya adalah perbuatan yang merugikan warganya dan menunjukkan dirinya tidak taat pada regulasi.

“Dia tabrak regulasi dan dia katakan itu kebijakan, Apa ini yang disebut kebijakan? perangkat desanya mendapat 6 ratus ribu perbulan dengan total 2,7 juta selama 6 bulan. Ditambah lagi perangkat desa sudah mendapat honor 3 jutaan dengan tunjangannya. Sedangkan warga penerima BST APBD Kabupaten hanya akan mendapat 3 ratus ribu? Apalagi bantuan itu belum dijamin akan bergulir selama 6 bulan seperti dana BST pusat dan BLT DD?, Apa bisa dibenarkan itu tindakannya?” ujar Abdul Hasyim kembali.

Menurut Abdul Hasyim, tindakan Kepala Desa Sei Pelancang Parulian Situmorang memberikan bantuan BLT DD kepada perangkat desanya adalah kebijakan yang ngawur dan seolah – olah bodoh tak paham regulasi.

“Dia katakan kuota BLT DD di desa itu 166 orang. Jika warganya sudah banyak yang mendapat PKH, BPNT, BST Pusat bukan berarti kuotanya 166 orang ya harus disalurkan ke 166 orang. Berapa yang layak dapat itu yang diberikan. Sisanya kembalikan ke kas desa, bisa digunakan untuk pembangunan atau hal lainnya. Sudah 2 periode jadi kades kok gak paham. Bodoh apa pura – pura bodoh,” sebut Hasyim.

Hasyim mencontohkan, kuota BLT DD Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu kuotanya sebanyak 242 orang. Sedangkan yang dibagikan kepada warganya gelombang pertama sebanyak 105 orang. Gelombang kedua akan disalurkan menjadi 113 orang dikarenakan ada penambahan sebanyak 8 orang.

“Kalau penyalurannya harus sebanyak kuota yang ada, tentunya 242 itu harus tersalur. Tetapi karena warganya dinilai ada yang tidak layak mendapat BLT DD, ada yang mendapat PKH, BPNT BST pusat maka yang disalurkan hanya 113 orang. Oleh kadesnya tidak disalurkan kepada perangkat desanya seperti yang dilakukan oleh Parulian Situmorang. Sisa dana wajib dikembalikan ke kas desa. Itu juga perlu dipantau. Benar tidak dikembalikan atau dibuat sim salabim abrakadabra. Hilang!!,” ungkap Abdul Hasyim.

Camat Panai Tengah Amarnasby Lolotan dikonfirmasi Sipayo.com via selular membenarkan bantuan sosial tunai dari APBD Kabupaten Labuhanbatu sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Ditanya, apakah tindakan Kades Sei Pelancang Parulian Situmorang memberikan BLT DD dapat dibenarkan dan apa tindakan dari camat atas hal itu, Amarnasby malah mengatakan wartawan media ini sudah tahu jawabannya.

“Bapak pun tahu jawabannya benar atau tindakan si kades itu. Saya pun sudah baca berita bapak, Kalau tindakan yang akan kita ya lakukan ya akan kita panggil dia dan akan saya bicarakan dengannya masalah itu,” imbuh Camat Panai Tengah.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Labuhanbatu Abdi Pohan, dikonfirmasi via mesenger WhatsApp oleh Sipayo.com apa tindakan dan tanggapannya atas perbuatan Parulian Situmorang, hingga berita ini dikirimkan Abdi Pohan tidak berkenan memberikan balasan meskipun mesenger WhatsApp tersebut sudah dibacanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Sei Pelancang Parulian Situmorang mengakui telah menyalurkan dana BLT DD kepada perangkat desa dan kepada orang kaya di desa itu.

“Yang punya ladang lebar dan punya mobil pun dapat BLT DD Pak, semua perangkat desa pun dapat Pak. Ya wajarlah mereka dapat,honor mereka cuma 2 jutaan 1 bulan, ya wajar menurut saya aparatur desa mendapat. Masa orang kaya dapat, kaur perangkat desa tidak mendapat. Lagi pula semua warga saya juga sudah mendapat,” kata Parulian bangga tanpa mengenakan kaos atau kemeja dan hanya mengenakan celana pendek tanpa mempersilahkan wartawan untuk duduk atau masuk ke dalam rumahnya. (Joko W)