Dampak Lingkungan Penagkaran Sarang Burung Walet, DLH Labuhanbatu Tak Mengerti

Dampak Lingkungan Penagkaran Sarang Burung Walet, DLH Labuhanbatu Tak Mengerti

Foto: Kantor DLH Labuhanbatu

Sipayo.com – Seputar penagkaran sarang burung walet di Labuhanbatu yang kian berkembang pesat ternyata dampak lingkungannya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak mengerti sama sekali apa yang menjadi dampak negatifnya pada masyarakat sekitar.

Bahkan Kepala Bidang Tata Lingkungan Bernama Orta malah kebingungan saat di Konfirmasi Sipayo diruang kerjanya atas dampak lingkungan tersebut.

“Sudah 15 tahun saya Didinas ini.Tapi saya tidak pernah mengetahui apa dampak lingkungan terhadap sarang burung walet.di Kabid ini saya sudah hampir 3 tahun.Memang saya tidak mendengar ini,” kata Orta, Rabu (24/6/2020) pada Sipayo.

Sementara itu Poniman salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) diminta tanggapannya mengatakan jika binatang dikumpulkan pastinya ada dampak lingkungan tersebut.

“Saya rasa ada dampak lingkungan terkait sarang burung walet itu.Seperti kebisingan suara burung tersebut misalnya.Itukan termasuk dampak lingkungan juga,” sebut Poniman.

Menurutnya, jika lebih banyak dampaknya terhadap lingkungan hendaknya pemerintah melalui dinas terkait agar melakukan tindakan terhadap sarang burung walet yang ada di Labuhanbatu.

“Saya akan coba mengusulkan ke Komisi Empat agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) baik itu izin penagkarannya, Retribusinya, dan juga dampak lingkungannya.Karena hal ini juga menunjang Pendapatan daerah kita,” pungkas Poniman Mengakhiri.

 

Diberitakan sebelumnya,untuk mencapai target pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara dinas tersebut akan melakukan gebrakan terhadap retribusi pajak sarang burung walet yang kian pesat di beberapa Kecamatan di Labuhanbatu.

Hal itu ditegaskan Muslih selaku Kepala Bidang Pendapatan saat ditanya Sipayo atas hal pajak retribusi seputaran pajak sarang burung walet.

“Dalam waktu dekat kita akan menggebrak atas pajak penagkaran sarang burung walet di Labuhanbatu.Kami juga berharap adanya kerja sama dalam pengutipan pajak kepada kawan-kawan Jurnalis,” kata Muslih saat ditanya Sipayo Selasa (23/6/2020).(Abi Pasaribu)