Diduga Cemarkan Nama Baik, Ka PAM PTPN III Si Sumut akan Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

Diduga Cemarkan Nama Baik, Ka PAM PTPN III Si Sumut akan Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

Foto: Mantan Danton PTPN III Kebun Si Sumut Yoheri Afandi Manurung merasa keberatan nama baiknya dicemarkan.

Sipayo.com – Baru beberapa hari lalu Yoheri Afandi Manurung Mantan DanTon Satpam PTPN III Kebun Sisumut melaporkan Manajer PTPN III Si Sumut atas perbuatan penipuan dan/penggelapan lewat kuasa hukumnya Ketua Peradi Deli Serdang Jonni Silitonga SH, MH ke Polres Labuhanbatu. Kini, laporan lainnya juga akan menyusul terhadap Kepala Pengamanan (Ka PAM) PTPN III Si Sumut Parlindungan Hasibuan soal pencemaran nama baik.

“Ya saat ini saya sedang berkoordinasi dengan kuasa hukum saya untuk melaporkan saudara Parilndungan Hasibuan atas fitnah yang ia lakukan terhadap saya,” kata Yoheri Afandi Manurung kepada Sipayo.com via selular, Minggu (26/07/2020) di Rantauprapat.

Dijelaskannya, Yoheri merasa dicemarkan nama baiknya oleh Parlindungan Hasibuan dengan bentuk fitnah tertulis. Fitnah tertulis itu terjadi pada 16 Juni 2020 yang ia ketahui dari Birma Manullang Kerani Personalia PTPN III Kebun Sisumut saat dirinya disuruh menandatangani absensi bipartit.

Parlindungan Hasibuan, kata Yoheri, membuat pernyataan fitnah dalam bentuk tulisan menyebutkan, bahwa anggota Satpam Kebun Sisumut, Padilla Rahmawan Purba, Erwin Simanjuntak, Samsudin Saragih dan Mercy Devanu Marbun, menghadap kepadanya dan menceritakan tentang keluhan-keluhan mereka selama ia menjadi Danton.

Ada pun keluhan yang tertuang dalam pernyataan firnah tertulis oleh Parlindungan Hasibuan, yaitu:

1. Soal uang perjalanan dinas.
2. Soal uang tangkapan yang tidak jelas anggota Satpam yang menerimanya.
3. Masalah DanTon ada meminta uang dari dari Ulbas toke sawit kampung sebesar 1 juta rupiah untuk uang persidangan.
4. Mencuri besi di belakang PKS Sisumut milik PTPN III PKS Sisumut.
5. Dirinya selaku Danton disebutkan menemui Ranju maling daerah Bis II, memakai sepeda motor Ka Pam Tasman Simatupang.

“Semua tuduhan itu fitnah. Tidak benar semua itu yang sebutkan, ini merusak nama baik saya,” ujar Yoheri.

Terkait soal uang perjalanan dinas sidang ke pengadilan negeri Rantauprapat pada 13 Maret 2020, lanjutnya, seharusnya yang berangkat 5 orang.

“Kapasitas kami sebagai penerima kuasa untuk mewakili manager kebun Sisumut sebagai saksi, namun yang berangkat saya dengan Eko Kuswoyo. Sedangkan tiga orang lagi, Riswan Priadi, Romi P Siagian dan Sarmidi, tidak bisa berangkat karena tugas lapangan shift pagi sampai sore,” imbuh Yoheri.

Sedangkan uang dikeluarkan oleh Dedi Ruwanto Krani APK, tambah Yoheri, sebanyak Rp 1.150.000 yang akhirnya menjadi temuan Satuan Pengawas Intern (SPI) karena yang berangkat dua orang.

“Ada terdapat selisih uang perjalanan dinas Rp 690.000 dan sudah saya kembalikan kepada Ronald B Siringo-ringo Krani Satu Tata Usaha Kebun Sisumut,” terang Yoheri.

Soal uang tangkapan sebesar 500 Ribu rupiah, sambungnya kembali, ia katakan sudah menjadi kesepakatan semua anggota Satpam. Hal itu disampaikan dalam apel mingguan untuk tambahan acara syukuran anggota Satpam yang menerima surat keputusan menjadi anggota Satpam. Soal uang sebesar 500 ribu rupiah dipegang oleh Eko Kuswoyo, bukan pada dirinya.

Foto: Surat pernyataan menuliskan kronologis kejadian yang ditulis dan ditandatangani oleh Kepala Pengamanan PTPN III SiSumut Parlindungan Hasibuan.

“Disebutkan Parlindungan saya meminta uang kepada Ulbas selaku toke sawit kampung, sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah meminta uang kepada siapapun,” sebutnya.

Masih kata Yoheri, tentang pencurian besi di PKS PTPN III Sisumut pada tahun 2019 saat dilakukan pencucian parit bekoan di areal ranaman ulang tahun tanam 2019, operator alat berat exavator (beck ho) menemukan besi. Kemudian besi itu dinaikkan ke dalam truk dan ditangkap oleh BKO dari kesatuan Brimob. Selanjutnya BKO menahan kunci kontak alat berat Excavator dan truk.

Akibat permasalahan tersebut, tambahnya lagi, Purwanto karyawan Afdeling V sebagai pengawas alat berat TU-2019, menghubungi dirinya melalui telepon selular dan meminta tolong agar ia menemui BKO anggota Brimob dimaksud dikarenakan kunci kontak alat berat excavator dan truk ditahan anggota BKO itu.

“Saat itu saya dalam perjalanan pulang dari pengadilan negeri rantauprapat, setelah sampai di kebun Sisumut, saya dan Purwanto menemui BKO anggota Brimob memohon kepada BKO anggota Brimob agar mengembalikan kunci Exavator dan truk. Jika ingin lebih jelas, silahkan klarifikasi kepada saudara Purwanto sebagai pengawas alat berat, karena dia yang sangat paham,” ungkapnya.

Yoheri juga memberikan klarifikasi soal tuduhan terhadap dirinya menemui Ranju Pencuri Sawit dari BIS II.

“Saat itu saya habis patroli dari Afdeling-II sekitar pukul 16.00 WIB, ditengah jalan saya berpapasan dengan Ranju. Saya berhenti dan bertanya kepada saudara Ranju mau kemana, lalu dijawab oleh Ranju mau mencari kakaknya yang sedang mengumpul lidi kelapa sawit. Saat itu juga saya perintahkan saudara Ranju untuk keluar dari areal kebun,” paparnya.

Di saat ia berbicara dengan Ranju, sebut Yoheri, Erwin Simanjuntak anggota Satpam melintas di kebun Sisumut mengendarai sepeda motor. Tetapi Erwin Simanjuntak tidak berhenti sehingga tidak mendengar apa pembicaraannya dengan Ranju.

“Saya sangat keberatan atas fitnah ini. Sebab ini pencemaran nama baik saya, karena itu saya akan segera buat laporan dan menempuh jalur hukum,” pungkas Yoheri mengakhiri.

Kepala Pengamanan (Ka PAM) PTPN III kebun Si Sumut Parlindungan Hasibuan, dikonfirmasi Sipayo.com via selular , Senin (27/07/2020) membantah ada membuat pernyataan tertulis sebagaimana yang dikatakan Yoheri Afandi Manurung.

“Satu biji pun saya tidak ada membuat surat pernyataan apa pun, tidak benar itu Pak. Bohong itu Pak, tidak benar semua itu Pak,” kata Parlindungan Hasibuan.

Diminta tanggapannya dirinya akan diadukan ke Polres Labuhanbatu, Parlindungan mengatakan itu hak Yoheri membuat pengaduan.

“Silahkan saja, itu hak dia. Kita pun bisa mengadukan dia jika laporannya itu tidak terbukti,” tukas Parlindungan Hasibuan.

Saat dikonfirmasi kembali dan dikirimkan foto surat pernyataan atas namanya dan ditandatangani olehnya via WhatsApp Messenger, serta ditanya tentang jawaban awalnya yang mengatakan tidak membuat surat pernyataan, hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, Parlindungan Hasibuan belum memberikan balasan. ( Joko W).