Diduga Lakukan Pencemaran Lingkungan, Komisi IV DPRD Labuhanbatu Surati PTPN IV Ajamu 1

Diduga Lakukan Pencemaran Lingkungan, Komisi IV DPRD Labuhanbatu Surati PTPN IV Ajamu 1

Foto: Kantor PTPN IV Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Sipayo.com – Komisi IV DPRD Labuhanbatu menyurati manager PTPN IV Ajamu 1 di Kecamatan Panai Hulu untuk hadir dalam gelar Rapat Dengar Pendapat ( RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan Jum’at 10 Juli 2020 mendatang.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk proses pembuktian dari pihak perusahaan tentang pengelolaan limbah dan dan asap produksi.

“Benar bang, besok surat kita layangkan kepada Manager PTPN IV Ajamu 1 agar hadir ke DPRD guna gelar rapat dengar pendapat soal dugaan pencemaran lingkungan,” kata anggota komisi IV DPRD Labuhanbatu Josman Sinaga SH kepada Sipayo.com, via selular, Selasa (07/07/2020).

Anggota dewan dari partai Nasdem itu menegaskan, untuk tahap pertama komisi IV akan memanggil manager PTPN IV Ajamu 1. Esoknya akan memanggil Distrik Manager PTPN IV Ajamu, kemudian hari ketiga akan memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu.

“Kita akan panggil secara bergulir bang,”ujar Josman Sinaga akrab disapa Naga Tutur.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Labuhanbatu Haryanto Ritonga ST kepada wartawan mengungkapkan, bahwa pihaknya menilai pengelolaan limbah dan asap produksi di perusahaan negara itu sangat memprihatinkan.

Pasalnya, hasil investigasi pihaknya di perusahaan beberapa waktu lalu menemukam pengelolaan limbah dan asap produksi tidak memperhatikan ekosistim lingkungan hidup.

“Saat ini kita telah memusyawarahkan langkah yang akan diambil. Salah satunya memanggil pihak managemen guna digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk proses pembuktian pengelolaan limbah dan asap produksi di PKS PTPN IV Ajamu,” sebutnya didampingi Ponimin, Selasa (7/7/2020).

Menurut wakil rakyat itu, sebelumnya saat investigasi juga telah dilakukan pengambilan limbah cair dari kolam milik perusahaan tersebut hingga alur sungai Barumun beberapa waktu lalu. Katanya, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan seperti bau dan warna limbah.

“Nantinya saat dengar pendapat dengan pihak perusahaan akan dipertanyakan proses penyaringan limbah di kolam asap produksi sesuai bukti yang mana seharusnya ramah lingkungan,” tegas mereka.

Terpisah, Humas PTPN IV Ajamu 1 Baroik dikonfirmasi via mesenger WhatsApp, tentang adanya panggilan dari DPRD Labuhanbatu soal dugaan pencemaran lingkungan hidup, Baroik menegaskan akan memenuhi panggilan itu.

“Siap bang, kami akan hadiri panggilan RDP tersebut bang.
Tapi sampai hari ini kami belum terima undangan tersebut bang,” balas messenger WhatsApp Baroik. ( Joko W).