Jonni Slitonga: PTPN III Si Sumut Silahkan Siapkan Bantahan, Itu Hak Mereka

Jonni Slitonga: PTPN III Si Sumut Silahkan Siapkan Bantahan, Itu Hak Mereka

Foto: Jonni Silitonga SH,MH Ketua Peradi Deli Serdang Kuasa Hukum Yoheri Afandi Manurung.

Sipayo.com – Pihak PTPN III dipersilahkan membuat sangkalan atau bantahan dihadapan penyidik mau pun di pengadilan.

“Itu hak seseorang untuk membela diri. Mereka punya data kita juga punya. Biar dulu bekerja pihak penyidik, kita tunggu saja proses penyidikannya,”kata Jonni Silitonga SH, MH kepada wartawan saat diminta tanggapannya terkait jawaban APK PTPN III Si Sumut Soni Meliala yang siap berhadapan di depan hukum soal diadukannya PTPN III Si Sumut soal dugaan penggelapan atau/penipuan upah lembur satpam, Jumat (24/07/2020) di Rantau Prapat.

Menurut Jonni, kerugian yang dialami kliennya Yoheri Afandi Manurung akibat penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pihak perusahaan bisa lebih dari 378 juta rupiah.

“Kerugian akibat terjadinya dugaan penipuan dan atau penggelapan upah lembur yang kami laporkan bisa bertambah, karena yang kami laporkan baru perhitungan dari Tahun 2015 hingga Mei 2020. Sedangkan Yoheri Afandi Manurung pertama kali diangkat sebagai petugas keamanan pada Tahun 2011, sesuai Intern Manager PTPN III Kebun Sisumut No:KSSUT/Int/160/2011 tanggal 03 Oktober 2011 yang ditanda tangani oleh Ir. Pangihutan Simanjuntak selaku manager dan copy Intern sudah kami lampirkan pada laporan” kata Jonni Silitonga sambil memperlihatkan copy Intern tersebut.

Dikatakannya lagi, perhitungan kerugian upah dari Tahun 2011 sampai 2014 atau selama 3 tahun lebih akan kita minta Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Wilayah-IV (Wasnaker Provsu Wil-IV) untuk menghitungnya. Karena masa kadaluarsa tuntutan upah itu kan tidak ada.

“Selain bukti Intren tersebut pada laporan juga sudah kita lampirkan bukti slip gaji, dan jadwal jaga keamanan kebun Sisumut, dan dari jadwal tersebut bisa dianalisa jam kerja keamanan cuma dua shift atau 12 jam per shift perhari” jelasnya.

Jonni Silitonga menambahkan, dari bukti-bukti ini sebenarnya dugaan penipuan dan/ atau penggelapan upah lembur bukan saja dilakukan kepada Yoheri Afandi Manurung, tetapi diduga dilakukan kepada semua anggota SatPam di Kebun Sisumut. Berdasarkan fakta ini, kami berkeyakinan proses audit sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi RSPO diduga sarat dengan ketidak benaran” sebutnya.

Manager PTPN III Kebun SiSumut Syahrudi Alfalah Sinaga Pj Manager dikonfirmasi Sipayo.com melalui via WhatsApp Messenger tentang tanggapannya atas pengaduan tersebut mengatakan, tunggu hasil proses selanjutnya.

“Kan sudah ada pengaduan dari yang bersangkutan kita tunggu saja proses selanjutnya,” balas WhatsApp Messenger Syahrudi Alfalah Sinaga.

Ditanya hal lainnya, berapa sebenarnya jumlah satpam kebun PTPN III SiSumut, apa benar hanya 2 shift dan bagaimana perhitungan rasionya? meski sudah 2 kali dipertanyakan, Syahrudi Alfalah Sinaga tidak berkenan memberikan balasan walau sudah membaca via WhatsApp Messenger awak media ini dengan bukti contreng biru. (Joko W).