Perundingan Triparti Kembali Gagal, HRD PT RSK Asian Agri Group tidak Patuhi Aturan

Perundingan Triparti Kembali Gagal, HRD PT RSK Asian Agri Group tidak Patuhi Aturan

Foto: Ketua PC FSPMI Wardin dan Sekretarisnya Anto Bangun di Kantor Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu. (Joko W).

Sipayo.com – Perusahaan PT Rantau Sinar Karsa (RSK) group Asean Agri yang berlokasi di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Labuhanbatu sama sekali tidak menunjukkan sikap yang koperatif dalam hal penyelesaian persoalan pemotongan bonus pekerja.

Hal itu dikatakan Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wardin disampingi sekretarisnya Anto Bangun kepada Sipayo.com terkait tidak hadirnya pihak perusahaan PT RSK dalam sidang Tripartit antara pihak perusahaan, pekerja dan dinas tenaga kerja di kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (7/07/2020).

Menurut Wardin yang saat itu mendampingi pihak pekerja yakni Talenta Hotbes Pakpahan, Tuppak Sirait dan Sigiono mengatakan, perundingan Tripartit ini adalah untuk ketiganya.

“Perundingan Tripartit ini yang ketiga kalinya akan kita laksanakan. Sebelumnya perundingan yang kedua pada 17 Juni 2020 mentok karena tidak ada kesepakatan. Sedangkan perundingan untuk ketigakalinya gagal kita laksanakan karena pihak perusahaan tidak mau hadir,”kata Wardin.

Sedangkan untuk perundingan pertama, lanjut Wardin, pada bulan April 2020 juga batal dilaksanakan akibat pihak PT RSK Asian Agri Group juga mangkir.

“Artinya sudah dua kali pihak PT RSK Asian Agri Group tidak hadir dalam perundingan,” timpal Anto Bangun.

Anto Bangun menegaskan, gagalnya perundingan itu dikarenakan Human Resorces Development ( HRD) PT RSK Asian Agri Group tidak hadir. Pihak perusahaan perkebunan raksasa itu hanya menghadirkan Fadlan MM selaku Kepala Tata Usaha (KTU) PT RSK Asian Agri Group.

Ketidak patuhan PT RSK kepada aturan perundangan tentang ketenagakerjaan, tambah Anto Bangun, tentunya sangat bertentangan dengan prinsip- prinsip Roundtaible on Sustainable Palm Oil (RSPO) juga International Sustainability Carbon Certification (ISCC).

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Hubungan Industrial Tumpak Manik SH, sekaligus sebagai mediator dari Dinas Tenagakerja Labuhanbatu, kepada wartawan mengatakan, mangkirnya pihak PT RSK Asian Agri Group pada perundingan Tripartit hari ini tanpa alasan yang jelas.

“Karena mangkir tidak disampaikan melalui surat, maka sgera kami terbitkan anjurannya,” ujar Tumpak Manik.
(Joko W)