RDP di Komisi II DPRD Labuhanbatu “Panas” Gelas Pun Melayang Pecah

RDP di Komisi II DPRD Labuhanbatu “Panas” Gelas Pun Melayang Pecah

Foto: Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Investigasi Penyelamatan Asset Negara – Republik Indonesia (TIPAN – RI) Labuhanbatu Anto Bangun (di tengah) dalam gelar acara Rapat Dengar Pendapat dengan komisi 2 DPRD Labuhanbatu, Senin (27/07/2020).

Sipayo.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Labuhanbatu hari ini, Senin (27/07/2020) antara PT Cisadane Sawit Raya Kebun Negeri Lama, Kabupaten Labuhanbatu yang diwakili Wahyu Hidayat selaku humas, pihak Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu yang diwakili Tumpak Manik, SH Kabid Hubungan Industrial dan LSM TIPAN-RI yang diwakili oleh Anto Bangun Sekretaris sebagai LSM TIPAN-RI Labuhanbatu selaku kuasa pendamping dari Suherman Buruh PT Cisadane Sawit Raya (CSR) diwarnai dengan emosi tinggi para wakil rakyat hingga terjadi pelemparan gelas.

Pantawan wartawan di dalam acara gelar rapat dengar pendapat itu, naiknya emosional para wakil rakyat ini dipicu atas jawaban yang diberikan oleh humas PT CSR Wahyu Hidayat dan Tumpak Manik SH, yang terkesan berbelit-belit memberikan keterangan.

Pasalnya, ketika David Siregar SE, meminta penjelasan kepada Wahyu Hidayat, jawaban yang diberikan oleh humas perkebunan “raksasa” itu bernada menyepelekan lembaga negara itu dengan mengatakan “nanti kita debat kusir jadinya”.

Mendengar jawaban dari Wahyu Hidayat secara reflek David Siregar melemparkan gelas hingga pecah dan membentak Wahyu Hidayat.

“Apa kamu bilang! debat kusir? Ini lembaga resmi negara dan kita sedang membahas haknya rakyat! Kok kamu bilang debat kusir!” kata David Siregar dengan nada tinggi seraya memukul meja rapat yang membuat Wahyu Hidayat terlihat gugup.

Demikian pula ketika Tumpak Manik SH, selaku kepala bidang hubungan industrial di Disnaker Labuhanbatu, saat memberikan penjelasan dinilai tidak sesuai dengan substansi dan terkesan berbelit – belit.

“Kami akan periksa penggunaan anggaran di disnaker karena sesuai data yang kami miliki ada dana 650 juta untuk pembinaan dan peningkatan kwalitas SDM pekerja. Kami mau tahu, benarkah penggunaannya untuk pembinaan dan peningkatan kwalitas SDM pekerja di Labuhanbatu ini,” sebut David Siregar.

Mendengar ucapan David Siregar, Tumpak Manik hanya bisa terdiam ketika mendengar wakil rakyat ini akan memeriksa penggunaan anggaran senilai 650 Juta.

Adapun rapat dengar pendapat (RDP) digelar Komisi II DPRD Labuhanbatu membahas Anjuran Nomor:560/2233/DTK-4/2018,tgl 21 Mei 2018, tentang hak-hak dari Suherman Buruh PT CSR yang di putus hubungan kerja (PHK).

“Tindakan perusahaan PT CSR menurut analisa hukum LSM TIPAN-RI tidak sesuai, diduga kuat isi anjuran dibuat tidak mempertimbangkan isi dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku di PT CSR,” ujar Sekretaris LSM TIPAN-RI Anto Bangun saat dikonfirmasi Sipayo.com seusai RDP.

Menurut Anto Bangun, tuntutan LSM TIPAN-RI Labuhanbatu sebagaimana tersebut dalam surat bernomor :PD.TIN-RI/LB/B/22/IV/18, Tgl 06 April 2018, atas hak-haknya Suherman diluar uang pesangon. Uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak senilai Rp 400 Juta lebih. Terdiri dari uang pengganti biaya transport, makan dan minum Rp 315 juta, uang pengganti sewa rumah Rp 22.500.000. Uang pengganti pulsa telepon biaya komunikasi Rp400.500.000.

“Namun dalam anjuran Disnaker Labuhanbatu, tidak satupun tuntutan itu diakomodir, disnaker hanya menghitung hak Suherman senilai Rp 47.620.000, “terang Sekretaris LSM TIPAN-RI yang vokal memperjuangkan nasib buruh yang terzholimi.

Ketua Komisi II DPRD Labuhanbatu H.Fauzi saat dikonfirmasi wartawan setelah selesai RDP mengatakan RDP hari ini terpaksa di skor.

“Hari ini kita skor, dan kita akan melakukan pembahasan khusus tentang anjuran tersebut dengan memanggil Tomi Harahap selaku Kadisnaker Labuhanbatu. Setelah itu kita lakukan RDP lanjutan dengan menghadirkan pengawas ketenagakerjaan propinsi sumatera utara dari unit pelayanan tekhnis (UPT) wilayah-IV. Permasalahan ini permasalahan rakyat, harus tuntas. Kami sebagai wakil rakyat tidak boleh main-main”ungkap Ketua Komisi II DPRD Labuhanbatu yang terkenal ramah kepada siapa saja.(Joko W)