Terlalu! Mengkhitankan Anak, Karyawan PT Indo Sepadan Jaya Asean Agri Dihitung Mangkir

Terlalu! Mengkhitankan Anak, Karyawan PT Indo Sepadan Jaya Asean Agri Dihitung Mangkir

Foto: Rusdi F Ndaha di sekretariat FC FSPMI Labuhanbatu melaporkan tindakan perusahaan PT Indo Sepadan Jaya yang memangkirkan dirinya karena mengkhitankan anaknya.

Sipayo.com – Tindakan managemen Perusahaan Perkebunan PT Indo Sepadan Jaya Group Asean Agri di Labuhanbatu yang memangkirkan pekerjanya Rusdi F Ndaha karena mengkhitankan anaknya dianggap melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Hal itu dikatakan Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia, Wardin kepada Sipayo.com di sekretariat FC FSPMI Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat, Rabu,(14/07/2020) seusai menerima laporan dari Rusdi F Ndaha tentang perbuatan pimpinan perusahaan PT Indo Sepadan Jaya terhadap dirinya.

Dikatakannya, Rusdi F Ndaha mengkhitankan anak laki – lakinya pada tanggal 10-11 Bulan Juli 2020. Tetapi lanjutnya, permohonan ijin libur Rusdi F Ndaha karena mengadakan khitanan tidak dikabulkan oleh manajer perusahaan perkebunan raksasa itu.

“Dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, menyebutkan, kepada buruh/pekerja yang melakukan khitanan anaknya diberi izin untuk meninggalkan pekerjaan. Di dalam Undang – Undang itu khitanan tidak dikhususkan kepada agama tertentu, adat tertentu maupun suku tertentu. Semua berlaku adil kepada semua agama, suku dan adat budaya di Indonesia ini,” ujar Wardin.

Dijelaskannya kembali, Rusdi F Ndaha sebelumnya sudah meminta izin kepada Asisten Afdeling IV Cristian Siahaan untuk meninggalkan pekerjaan karena mau mengkhitankan anaknya dan sudah dikabulkan.

Ironisnya, lanjut Wardin, sesuai pengakuan Rusdi F Ndaha, dua hari kemudian Cristian Siahaan didampingi Charles Nainggolan selaku mandor panen menemui Rusdi F Ndaha dan mengatakan permohonan ijin libur untuk mengkhitankan anaknya tidak dikabulkan manajer perusahaan. Bahkan gajinya dipotong sebesar Rp286.000.

“Jelas ini tindakan diskriminasi, melanggar HAM dan melanggar undang – undang ketenagakerjaan,” ucap Wardin geram.

Atas tindakan perusahaan yang semena – mena tidak mematuhi aturan hukum dan ketentuan yang telah diatur dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan, Wardin menegaskan akan membawa permasalahan ini ke Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Wilayah- IV.

“Surat laporannya besok kita kirimkan,”sebut Wardin seraya memperlihatkan Surat bernomor : 104/PC-FSPMI/LB/VII/2020.”Ya, kalau perlu hal ini kita komplain ke Asosiasi Roundtaible on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan ke International Sustainablity Carbon Certification (ISCC) “Timpal Sekretaris FC FSPMI Labuhanbatu, Anto Bangun kepada Sipayo.com.

Ditempat yang sama, Rusdi F Ndaha, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan apa yang dikatakan Wardin.

“Apa yang disampaikan Ketua Wardin, itulah yang sebenarnya yang saya laporkan dan yang saya alami. Tidak ada ditambah ataupun dikurangi,” imbuh Rusdi F Ndaha. ( Joko W).