Dinas Peternakan Labuhanbatu Ternyata Berikan Kambing “Kacang” ke-Kelompok Tani

Dinas Peternakan Labuhanbatu Ternyata Berikan Kambing “Kacang” ke-Kelompok Tani

Foto: Salah satu kelompok Tani penerima Kambing TA 2019 ditemui Wartawan.

Sipayo.com – Proyek pengadaan Tahun Anggaran (TA) 2019 Didinas Peternakan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara diduga di Markup atau digelembungkan Dinas tersebut.

Karena anggaran perekor Kambing dari harga satuan tergolong sungguh sangat besar merujuk kambing yang diberikan ke-Kelompok tani di Labuhanbatu sangat kecil dan tak memenuhi spesifikasi yang ditentukan.

Kepada Sipayo salah satu Ketua kelompok tani di Konfirmasi Jum’at (7/8/2020) sekitar pukul 14.00 Wib mengatakan saat kambing yang diberikan sangat kecil.

“Yang kecil-kecilan pun kambingnya diberikan pada kelompok kami. Yang memberikannya pun bukan melalui dinas peternakan. Kami pun tidak kenal entah siapa,” kata Ketua Kelompok Tani yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Katanya, meski sudah mencapai satu tahun kambing-kambing yang diberikan sama sekali dinas peternakan Labuhanbatu tidak pernah sama sekali melakukan pemeriksaan kesehatan kambing yang diberikan.

“Seingat saya setelah kami terima kambing tersebut tidak pernah sama sekali dinas terkait melakukan pemeriksaan, apapun itu bentukannya. Setelah kami terima ya sudah sampai sekarang begini saja,” sebutnya.

Ditapsirkannya jika dijual belikan kambing yang diberikan dinas tersebut berkisar harga 700 ribu hingga 800 ribu rupiah.

“Kambing yang diberikan kepada kami kambing kacang, bahkan satu Minggu diberikan kekami dari 7 yang diberikan 2 ekor mati, yang pasti kecil-kecil sekali lah,” sebutnya sembari memperlihatkan kambing kacang tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Labuhanbatu pada Tahun Anggaran (TA) 2019 hibahkan pada kelompok Tani pertenak sebanyak 70 Ekor. Hal itu dikatakan Pendi Harahap selaku Kadis peternakan ketika Dikonfirmasi Wartawan diruang kerjanya terkait Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berkaitan dengan ternak.

“Selabuhanbatu ini ada 10 kelompok tani yang mendapat kambing tersebut, di 7 kecamatan. Masing-masing kelompok mendapat 7 ekor perkelompok,” kata Pendi, Kamis (6/8/2020).

Katanya, dari nilai pagu yang ditetapkan pada TA 2019 sebesar Rp.124.600.000 dikerjakan oleh CV Dapva.

“Kalau kambingnya dibeli diluar dari Labuhanbatu,tapi masih Sumatera Utara,dan dibelinya kambing tersebut dibuktikan degan surat pembelian dari daerah tersebut.Dan Lagi juga dinyatakan sehat sesuai adanya keterangan dari dokter kehewanan,” sebut Pendi menjawab Wartawan.

Disebutkannya,dalam spesifikasi kambing yang diberikan ke-Kelompok Tani juga mempunyai aturan seperti kambing lelaki berumur 24 bulan dan tingginya 60-65 Cm kemudian untuk betina umur 18 bulan tingginya 50-56 cm.

“Yang diberikan ke-Kelompok tani namanya Kambing Lokal dengan harga perekornya sebesar Rp.1.780.000,” bilang Pendi.

Disinggung, dengan diberikannya kambing tersebut apakah sudah beranak pinak sesuai dengan pantauan dinas terkait, Pendi menjawab itu sudah ada laporannya.

“Sudah adalah laporannya itu, tapi saat ini belum kami tinjau apakah sudah berkembang atas kambing yang diberikan,” ungkapnya.(Abi)