Kasek SDN 03 Bilah Hilir Geram, Sekolahnya Dijadikan Ajang Lokasi Judi dan Narkoba

Kasek SDN 03 Bilah Hilir Geram, Sekolahnya Dijadikan Ajang Lokasi Judi dan Narkoba

Foto: SDN 03 Perkebunan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Sipayo.com – Kepala Sekolah SD Negeri 03 Perkebunan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Samidar Yaumita S. Pd mengaku merasa geram dan kesal terhadap oknum – oknum yang dianggap tak punya pikiran waras.

Kegeraman Samidar Yaumita bukan tak beralasan, pasalnya, sekolahan tempat ia bertugas sering dijadikan lokasi warga setempat untuk bermain judi. Selain berjudi, sekolahan yang berdampingan dengan SD Negeri 23 Perkebunan Negeri Lama itu dijadikan lokasi memakai narkoba jenis sabu – sabu.

“Itukan bangunan sekolahan tempat menuntut ilmu dan mendidik anak bangsa ini dan anak di desa itu, kok dijadikan ajang berjudi dan menyabu ( memakai narkoba jenis sabu- sabu). Tak ada otaknya manusianya itu,” kata Samidar Yaumita geram kepada Sipayo.com, Senin ( 04/08/2020) dengan gaya bicaranya yang ceplas ceplos.

Kata Samidar Yaumita lagi, di kamar mandi sekolahan itu sering ditemukan bong dari botol Aqua gelas, botol lasegar lengkap dengan pipetnya alat untuk menghisap sabu-sabu.

“Baru 2 minggu lalu saya dan mamak datang ke sekolah mau menyemprot rumput, banyak kali alat ngisap sabu itu di kamar mandi. Ada seorang anak muda setempat di situ, ia datang ambil alat hisap sabu itu dari kamar mandi sekolah. Santai saja meski ada kami, seperti tak ada masalah,” timpal Rizki menantu Samidar Yaumita.

Menurut Samidar Yaumita, pintu sekolahan itu digembok seusai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Tetapi sudah berulang kali gembok pintu sekolah itu dibobol oleh orang – orang yang sering berjudi dan menyabu di tempat itu.

“Kantor sekolah kami sudah berulang kali kena bobol alias kemalingan. Padahal sudah pakai pintu besi, tapi masih bisa juga mereka bongkar,” sebut Samidar Yaumita.

Lebih mirisnya lagi, lanjut Samidar Yaumita, di dalam ruang kelas sekolah yang kena bobol gemboknya ditemukannya kondom alat kontrasepsi.

“Sekolahan dibuat tempat berzina, apa gak geram kita rasanya. Tetapi mau gimana lagi? Kesadaran manusianya tidak ada,” ujarnya dengan nada tinggi matanya pun ikut melotot.

Menjawab awak media ini apakah tidak ada penjaga sekolahan itu, Samidar mengaku ada warga yang berdomisili dekat sekolahan itu menjaganya.

“Ada yang jaga, rumahnya dekat sekolahan itu. Kita kasih honor jaganya. Tetapi ya begitulah,” imbuhnya.

Terpisah, salah seorang warga setempat, kepada Sipayo.com membenarkan di sekolahan itu sering dijadikan ajang berjudi dan memakai narkoba.

Ditanya, apakah ia tahu siapa yang sering berjudi dan memakai narkoba di lokasi sekolah itu, sumber yang meminta dirahasiakan jati dirinya mengaku tahu tapi tidak bersedia menyebutkan siapa oknumnya.

“Payah nanti bang, dibilang kibus pula aku nanti. Abang pun tahu siapa bandit- banditnya di sini, ya masih yang itu – itu juga orangnya. Cocok kali bang diberantas narkoba dan judi di daerah ini,banyak kali maling jadinya,” ungkap sumber mengakhiri. (Joko W).