Perampas Pistol Polisi di Labura Tewas Akibat Paha Sebelah Kanan Ditembak Polisi

Perampas Pistol Polisi di Labura Tewas Akibat Paha Sebelah Kanan Ditembak Polisi

Foto: Kapolres Labuhanbatu saat Konferensi Pers atas tertembaknya anggota Polri dan warga Labura.

Sipayo.com – Terkait tewasnya Rahman Marpaung Warga Gunting Saga, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara yang diduga melakukan pungli hingga merampas Pistol Polisi ternyata dihadiahi timah panas di paha sebelah kanan.

Akibat tembakan dibagian paha itu kondisinya lemas dan dibawa ke rumah sakit terdekat, akhirnya nyawa tersangka tak dapat diselamatkan.

“Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Jarasmen Saragih, untuk dilakukan otopsi.Kita masih menunggu hasilnya,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, Senin (28/9/2020) dalam keterangan persnya.

Katanya, dalam penagkapan tersangka Polres Labuhanbatu membentuk tim pada Jumat (25/9/2020).Tim gabungan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dan Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil melacak pelarian tersangka Rahman yang bersembunyi di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara tepatnya di Kecamatan Pangaribuan.

“Tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Pangaribuan dan Polsek Siborongborong untuk mengamankan tersangka yang sudah bergeser ke Siborongborong. Lalu tersangka berhasil dibawa ke Polres Tapanuli Utara dan selanjutnya tersangka dijemput oleh tim gabungan,” sebutnya.

Kemudian Jumat (25/9/2020) sekira pukul 23.30, tim gabungan Polres Labuhanbatu menjemput tersangka Rahman dari Polres Taput setibanya di Mapolsek Kualuh Hulu. Tersangka diinterogasi untuk mengetahui di mana keberadaan rekannya Awi.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, mereka melakukan pelarian dengan tujuan Medan, namun Awi menyarankan untuk bersembunyi di tempat yang dulu Si Awi ini bekerja sebagai sopir truk di daerah Padang Mahondang Ujung, Kabupaten Asahan,” jelasnya.

Akhirnya kedua pelaku menuju lokasi tersebut. Namun setelah sampai di sana,Rahman merasa tidak nyaman sehingga melanjutkan perjalanannya kembali dan menuju Pangaribuan.

“Mendengar keterangan tersebut pada Sabtu (26/9/2020) sekira pukul 02.00, tim bergerak dari Mapolsek Kualuh Hulu menuju lokasi yang diduga Awi masih berada ditempat. Sekira pukul 04.25, tim sampai di lokasi yang dimaksud.petugas membagi 3 tim untuk melakukan penangkapan.Namun saat berada di tempat persembunyian Rahman memukulkan kepala Bripka Sumiadi Joko dengan benda keras dan terjadilah pergumulan.

“Melihat itu, Bripka E Sitohang mencoba melepaskan genggaman Rahman dari baju Bripka Sumiadi Joko. Namun Rahman mencoba merebut senjata Bripka E Sitohang yang disimpan di pinggang sebelah kanan dan Bripka E Sitohang menangkap tangan Rahman dan melepaskan genggaman pelaku dari pinggang,” bilang Kapolres.

Kemudian,pelaku kembali menarik baju Bripka Sumiadi Joko dan Bripka E Sitohang menembakan senjata ke udara sebanyak 2 kali. Namun peringatan itu tak dihiraukan oleh pelaku.Pelaku masih tetap berusaha menyerang Bripka E Sitohang dan mencoba menarik Bripka Sumiadi Joko ke parit bekoan dan terjadi tarik menarik di situ, hingga Bripka E Sitohang menembak pelaku hingga mengenai paha sebelah kanan pelaku.Saat itu juga pelaku terjatuh bersama Bripka Sumiadi ke dalam parit bekoan.Dimana pelaku tertimpa Bripka Sumiadi Joko.

“Bripka E Sitohang mencoba menolong Bripka Sumiadi dan Rahman dari parit bekoan, namun dikarenakan situasi pinggiran parit licin, sehingga Bripka E Sitohang tidak mampu untuk menarik keduanya. Tidak berapa lama, Aiptu Edi Syahputra datang membantu Bripka E Sitohang untuk mengeluarkan pelaku bersama Bripka Sumiadi dari parit bekoan. Setelah keluar dari parit bekoan, Kanit Reskrim beserta tim lainnya tiba, karena tadi sudah membagi bagikan tim untuk penangkapan tersangka kedua,” terangnya lagi.

Melihat Bripka Sumiadi Joko dan pelaku sudah tergeletak dalam keadaan lemas, Kanit Reskrim beserta tim langsung membawa Bripka Sumiadi Joko dan ARM ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis. Namun setibanya di Rumah Sakit di Aek Loba, pihak medis mengatakan Rahman sudah tidak bernyawa lagi dan Bripka Sumiadi Joko mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan.

Dari catatan kepolisian, tersangka Rahman adalah DPO kasus curas yang terjadi pada Selasa (29/1/2019) sekira pukul 04.00 di jalinsum perlintasan kereta api gunting saga. Dia juga residivis kasus pencurian dengan pemberatan pada Senin (27/7/2015) sekira pukul 00.30 di jalan utama panjang bidang Kelurahan Gunting Saga. Pelaku ini sudah beberapa kali menjadi residivis.Untuk tersangka satu lagi kita harapkan dapat menyerahkan diri,” pungkas Deni.

Diberitakan Sipayo Sebelumnya Sejumlah Warga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara melakukan pembakaran Ban bekas dijalinsum Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan Sabtu (26/9/2020).Aksi tersebut dilakukan diduga atas kematian RM, warga Kelurahan Guntingsaga yang sebelumnya diamankan pihak berwajib karena pungli.Atas aksi itu mengakibatkan antrean panjang hingga sekitar 7 kilometer.

“Masyarakat memprotes atas kematian salah satu warga yang diduga melakukan pungli. Warga itu pergi ke Siborong-borong. Pihak keluarga telah memberi tahu bahwa yang bersangkutan ke sana. Tapi mengapa pulang telah jadi mayat? Itu yang dipertanyakan warga,” kata Iwan Nasution (48), warga Kelurahan Bandar Durian.

Sementara itu Harmen Marpaung Orang tua pelaku tidak terima dengan apa yang dilakukan pihak kepolisian, karena ia sempat melihat anaknya sehat saat ditangkap pihak kepoliasan dari video call, dia akan menempuh jalur hukum atas pristiwa ini.

“Bahkan kami keluarga menolak jenazah yang diserahkan ke keluarga sampai ada pertanggung jawaban dari pihak kepolisian. Keluarga meminta agar jenazah di otoupsi terlebih dahulu,” Sebut Herman.

Sebelumnya Kapokres Labuhanbatu AKBP Deni kurniawan mengatakan salah seorang anggota Polsek Kualuh Hulu tertembak di bagian perut saat rebutan senjata ketika mengamankan pelaku pungutan liar (pungli). Saat itu, ia hendak menangkapnya di Jalan Lintas Sumatera. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di perut dan harus dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi Rabu (23/9/2020) sekitar pukul 23.00 WIB di Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Saat dikonfirmasi Kamis (24/9)

Dikabarkan, korban tersebut melakukan patroli bersama seorang rekannya. Dalam patroli tersebut, terdapat informasi dua orang pelaku melakukan pungutan liar kepada kendaraan yang melintas di Jalinsum.

Usai kejadian tertembaknya bagian perut anggota Polsek Kualuh Hulu itu dan dilakukan perawatan di RS Bhayangkara di Medan dan operasi pengangkatan proyektil, kini kondisinya disebut telah stabil.(Abi)