Dilarang Hewan Lembu Masuk Ke Arel Kebun, Warga dan Pihak PT Bilah Ricuh

Dilarang Hewan Lembu Masuk Ke Arel Kebun, Warga dan Pihak PT Bilah Ricuh

Foto: Warga Kelurahan Bangun Sari, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu keberatan karena dilarang security membawa lembunya memasuki areal perkebunan PT Bilah Platindo.

Sipayo.com – Warga Lingkungan Bangun Sari 2, Kelurahan Negeri Baru, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu sempat ricuh dengan security PT Bilah Platindo.

Kericuhan itu disebabkan pihak perusahaan memerintahkan securitynya melarang warga Lingkungan Bangun Sari 2 menggembalakan hewan ternak lembunya di areal perusahan perkebunan itu.

“Pihak perusahaan tidak mengijinkan kami menggembalakan lembu di dalam areal perusahaan. Lalu apa kontribusi perusahaan dengan masyarakat yang berbatas dengan areal perkebunan?” kata Yono salah seorang pemilik lembu kepada Sipayo.com di Bangun Dari 2, Rabu (16/09/2020).

Menurut Yono, pelarangan oleh perusahaan terhadap warga Bangun Sari 2 menggembalakan lembu mereka di areal perusahaan bentuk dikriminasi terhadap mereka.

Sebab, lanjut Yono, pelarangan oleh perusahaan terhadap mereka sudah berulang kali dilakukan dengan cara membongkar titi agar hewan ternak lembu mereka tidak bisa memasuki areal itu.

“Kami dilarang, tetapi warga Desa Kampung Bilah bisa menggembalakan lembu mereka di dalam areal perusahaan itu. Ini kan diskriminasi namanya,” sebut Yono.

“Kami juga tau berterimakasih, selama lembu kami dibolehkan digembalakan di areal ini asset perusahaan di sini aman. Tidak ada warga di daerah ini yang mau menggangu atau mencuri buah sawit perusahaan. Tidak dijaga pun lahan yang berbatas dengan kelurahan kami ini bisa kami jamin aman. Kalau begini cara perusahaan, berarti perusahaan tidak mau bermitra dengan masyarakat sini,” timpal warga lainnya.

Asisten 1 PT Bilah Platindo Shandi Kurniawan kepada Sipayo.com mengatakan pelarangan itu perintah pimpinan perusahaan karena hewan lembu di areal itu merusak tanaman.

“Daun – daun pelepah sawit itu dimakani lembu mereka Pak, ya itu kan merusak,” ungkap Shandi.

Menurut Shandi, pihak perusahaan telah memberikan kebijakan kepada masyarakat sebanyak 3 blok untuk warga setempat menggembalakan lembu mereka.

“Tetapi lembunya tidak mereka jaga, kami yang selalu menjaga dan mengusir lembu – lembu itu karena memasuki areal yang lainnya,” timpal salah seorang security perusahaan tersebut. (Joko W)