Pengerjaan Proyek DAK SD 114372 Libatkan Siswa SD, Wali Murid Keberatan

Pengerjaan Proyek DAK SD 114372 Libatkan Siswa SD, Wali Murid Keberatan

Sipayo.com – Terkait adanya siswa – siswi SD Negeri 114372 Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu diperintahkan untuk mengangkati bahan bangunan sekolah berupa batu bata dan batu koral menjadi cibiran warga Net di media sosial.

Komentar para netizen pun pro kontra menanggapi pemberitaan yang dilansir Sipayo.com, Senin (21/09/2020).

Menanggapi komentar para netizen yang menganggap para siswa siswi SD tersebut gotong royong, Rahmat Hidayat Nara sumber awak media ini sekaligus sebagai wali murid SD 114372 mengatakan para komentator tidak sepenuhnya mengetahui persoalan yang sebenarnya.

“Mungkin sebagian warga Net hanya melihat judul tanpa membaca isi berita. Sehingga mereka mengatakan kegiatan siswa itu adalah gotong royong,” kata Rahmat Hidayat kepada Sipayo.com, Selasa (22/09/2020) di Negeri Lama.

Rahmat menyebutkan, jika kegiatan yang dilakukan siswa – siswi SD dimaksud membersihkan halaman sekolah, mencabuti rumput, membersihkan ruang kelas atau membersihkan kamar mandi beramai – ramai tidak akan jadi persoalan baginya.

“Tetapi saat ini semua sekolah diliburkan. Kegiatan belajar lewat daring atau pun ruring. Lha ini, siswa disuruh datang ke sekolah untuk membantu mengangkati batu bata dan batu koral dari pasar serta dari bangunan yang dirubuhkan, apa itu disebut gotong royong? Apa wajar anak SD disuruh mengerjakan hal seperti itu?,” ujar Rahmat.

Rahmat menegaskan, selaku wali murid ia merasa keberatan atas tindakan Kepala Sekolah SD Negeri 114372 yang memerintahkan siswa -siswi SD melakukan pekerjaan yang belum pada waktunya.

“Kekesalan saya siswa siswi itu 2 hari disuruh melakukan hal itu. Ditambah lagi jawaban kepala sekolah dengan enteng mengatakan untuk cari keringat. Lha anak saya disuruh datang ke sekolah cuma disuruh cari keringat? Bukan cari ilmu?,” ungkap Rahmat geram.

Terpisah, Sekretaris LSM TIPAN – RI Koodinator Wilayah Pantai Abdi Tuah kepada awak media ini mengaku sudah datang ke sekolahan tersebut tetapi tidak bertemu dengan kepala sekolah guna mempertanyakan hal itu.

“Kalau siswa SMP atau SMA mungkin kita maklumi, tetapi ini siswa SD disuruh mengerjakan seperti itu sebuah hal yang tak wajar. Saya temui kepala sekolahnya tetapi tidak ketemu,” sebut Abdi Tuah.

Kata Abdi Tuah lagi, beberapa sekolah di Kecamatan Bilah Hilir saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan sekolah seperti pembuatan perpustakaan, ruang kelas belajar dan ruang guru yang bersumber dari dana DAK.

“Termasuk SD 114372 pembuatan perpustakaan dengan anggaran Rp 172.629000. Tetapi di sekolahan lain yang dapat proyek bangunan tidak ada yang melibatkan siswa – siswinya mengangkati bahan bangunan. Itu semua urusan pekerja bangunan, bukan urusan siswa. Saya berharap tidak ada yang terjadi lagi perbuatan seperti ini,” tukasnya.

Mirisnya lagi, lanjut Rahmat, para siswa – siswi itu tidak menggunakan masker sebagaimana protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Koordinator Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Kecamatan Bilah Hilir H. Ahmad Daim Ritonga dikonfirmasi Sipayo.com via WhatsApp diminta tanggapannya atas tindakan kepala sekolah dimaksud telah membaca pesan yang dikirim dengan bukti contreng 2 biru namun tidak berkenan memberikan balasan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Sekolah SD Negeri 114372 Negeri Lama Koma Hutagaol S,Pd dikonfirmasi awak media ini via SMS dan via WhatsApp Messenger tidak berkenan memberikan balasan. Dihubungi via selular juga tidak berkenan memberikan balasan. (Joko W)