Waspada! 7 Warga Labuhanbatu Terpapar Virus Covid 19, Salah Satunya Warga Bilah Hilir

Waspada! 7 Warga Labuhanbatu Terpapar Virus Covid 19, Salah Satunya Warga Bilah Hilir

Sipayo.com – Kedisiplinan masyarakat guna mematuhi protokoler kesehatan semestinya harus semakin ditingkatkan Sebab saat ini, sudah sebanyak 7 orang warga Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang terpapar virus covid 19.

Para korban pandemi Covid-19 itu ada warga Aekpaing, Rantauprapat, Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu dan warga Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir. Kendati demikian, diinfokan sudah ada di antara mereka yang sembuh setelah menjalani perawatan.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, dr Ibnu, menyebut, ada 7 yang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan sampel Covid-19.

“Ya, ada tujuh yang dinyatakan positif dan sudah ada suratnya dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara ke Dinkes Labuhanbatu. Tapi datanya ada di kantor, saya lagi di Medan,” sebut Ibnu saat dikonfirmasi wartawan Jumat (25/9/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Kamal Ilham, saat dikonfirmasi wartawan, menyebut berdasarkan surat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara No. 443.33/17239.79/Dinkes/IX/2020, tanggal 21 September 2020, perihal hasil pemeriksaan sampel Covid-19, 7 warga Labuhanbatu dinyatakan positif pada kasus suspek, kasus konfirmasi tanpa gejala, kontak erat dan kasus konfirmasi.

Ketujuh warga tersebut adalah EYL (59), warga Jalan Meranti Rantauprapat, NDB (27) dan GSB (14), warga Jalan Baru Bypass Rantauprapat, HAM (40), warga Sidodadi Pematang Seleng Kecamatan Bilah Hulu, FRB (18) warga Desa Sei Tampang Simpang HSJ Kecamatan Bilah Hilir,NRL (56), warga Jalan Nenas (sudah sembuh) dan CAS (60), warga Aekpaing Atas, Kelurahan Aekpaing, Kecamatan Rantau Utara.

Surat pemberitahuan hasil pemeriksaan sampel Covid-19 yang ditandatangani Sekretaris Dinkes Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah, sebagai bahan pengambilan tindakan medis dan atau contact traching.

Terkait hal itu, Ibnu menyebut pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), atau instrumen yang dilakukan Dinas Kesehatan beserta Puskesmas untuk menekan sebaran Covid-19.

“Yang tujuh itu sudah kami PE. Kebanyakan sudah berada di Medan. Seperti kami ke Jalan Baru, rumahnya kosong. Katanya sudah di Medan. Masalahnya lagi, keluarga juga menutup-tutupi,” kata Ibnu.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menyuci tangan pakai sabun pada air mengalir dan selalu menjaga jarak/menghindari kerumunan dalam menekan sebaran penularan Covid-19 di Kabupaten Labuhanbatu. (Joko W)